Interaksi lipatan vokal dan artikulasi

  Lipatan vokal adalah struktur utama vokalisasi manusia dan terletak di rongga laring, satu di setiap sisi. Lipatan vokal terbuka selama bernapas dan menutup selama artikulasi. Sudah diketahui bahwa pita suara bergetar untuk menghasilkan suara, namun pita suara tidak menghasilkannya sendiri. Kedua lipatan vokal saling berdekatan selama artikulasi dan digetarkan oleh aliran udara yang dihembuskan dari paru-paru. Suara fundamental yang dihasilkan oleh pita suara sangat kecil dan ditingkatkan serta dimodifikasi oleh resonansi paru-paru, trakea, hidung, sinus, faring dan mulut untuk menjadi suara yang terdengar.  Pita suara bergetar dengan kecepatan tinggi dan saling bertabrakan saat mengucapkan suara. Bagi orang yang sering menggunakan suaranya, lipatan vokal berada dalam posisi bergetar ribuan kali sehari dan mereka akan bertabrakan satu sama lain lebih dari satu juta kali. Bandingkan ‘tabrakan mikro’ lipatan vokal ini dengan tepukan tangan selama konser atau reli sebelum pertandingan. Jika Anda bertepuk tangan rata-rata satu kali per detik, itu berarti 600 tepukan tangan dalam lima menit, dan Anda pasti sudah merasakan sakit di tangan Anda. Namun demikian, walaupun pita suara saling bertepuk satu sama lain dengan kecepatan yang sama seperti tangan, namun perbedaan daya tahan antara sejuta tepukan dan enam ratus tepukan lebih dari seribu kali lebih besar. Bagaimana jaringan pita suara dapat bertahan terhadap keausan yang begitu berat?  Mari kita lihat struktur lipatan vokal. Lipatan vokal itu seperti kasur besar, dan strukturnya berubah seiring bertambahnya usia. Pita suara bayi seperti kantong air besar, tetapi seiring dengan bertambahnya usia, otot dan serat jaringan ikat pita suara meningkat komposisinya, sehingga seperti ‘kantong air besar’ dengan gulungan benang pegas dan kapas. Memiliki lapisan yang lebih keras dengan molekul kolagen panjang yang mirip dengan benang katun, molekul elastin pendek keriting yang mirip dengan pegas koil dan asam hialuronat yang mirip dengan pelumas, membuat kantong air besar ini menjadi bantalan ranjang air. Berkat komponen elastis dan peredam guncangan, pita suara dapat menahan benturan, sama seperti tempat tidur air menahan orang yang memantul di atasnya.  Walaupun pita suara kita memiliki daya tahan yang luar biasa, namun bukan tanpa batas. Peradangan dan oedema dapat terjadi jika pita suara digunakan secara berlebihan, misalnya dengan bernyanyi dengan nada tinggi, atau dengan berbicara dalam jangka waktu lama tanpa istirahat. Jika struktur pita suara menjadi abnormal, suara bisa menjadi serak. Banyak penyakit yang dapat mempengaruhi suara, termasuk peradangan akut dan kronis pada pita suara, nodul pita suara dan polip pita suara. Penggunaan suara dalam waktu lama, berteriak seketika, merokok dalam waktu lama, konsumsi alkohol yang berat, dan kelelahan kerja dapat dengan mudah menyebabkan kelainan pada struktur pita suara. Penting untuk merawat pita suara dalam kehidupan sehari-hari Anda.