Penyebab dan pengobatan anisocoria faring

Anisokoria faring dapat disebabkan oleh lesi organik atau non-organik, dengan lesi organik lebih sering terjadi pada wanita berusia 30-40 tahun. Manifestasi klinisnya adalah rasa tersumbat di tenggorokan, sesak di leher, rasa menempel pada daun atau dahak, atau “massa” seperti bola kecil yang bergerak ke atas dan ke bawah tenggorokan, yang tidak dapat ditelan atau diludahkan, dan lebih jelas terlihat saat menelan air liur, tetapi makan tidak dicegah. Ada beberapa kemungkinan penyebab sebagai berikut: 1. Penyebab non-organik: neurosis faring, histeria, kanker, kecemasan, skizofrenia, dll. 2. Penyebab organik: (1) Refluks esofagitis dan penyakit lambung: menghasilkan penyumbatan refleksif atau desakan pada faring. Dilaporkan sebagai penyebab pertama dari semua etiologi. Peradangan kronis pada saluran pernapasan bagian atas: menyebabkan perubahan patologis pada sirkulasi perifer faring, mengakibatkan disfungsi neurologis dan menyebabkan gejala ektopia faring. Penyakit kejang neuromuskuler: seperti kejang otot faring, kejang otot esofagus, kejang kardia, dan lain-lain dapat menyebabkan sensasi faring yang tidak normal. (iv) Hipertelorisme stroma, spondilosis serviks, arteritis karotis, dll. ⑤ batu amandel, keratosis, pertumbuhan berlebih dari kongesti yang menggantung, hipertrofi amandel lingual, sinusitis kronis, artritis krikoid, dll. (6) Kanker faring, laring, kerongkongan, dan kardia stadium awal. (7) Kondisi lain seperti disfungsi vegetatif, disfungsi endokrin, sindrom menopause, hipotiroidisme, miastenia gravis, dermatomiositis. Pengobatan: (1) Kuncinya adalah menemukan penyebab penyakit dan melakukan pengobatan yang berbeda sesuai dengan penyebabnya. Sebagai contoh, refluks esofagitis dan penyakit lambung merupakan penyebab yang paling sering terjadi, dan pengobatan dengan obat penekan asam lambung dapat menjadi efektif. ②Pemeriksaan otorhinolaringologi yang mendetail, laringoskopi serat optik rutin, dan esofagoskopi bermanfaat untuk mencegah kesalahan diagnosis kanker esofagus. (iii) Perhatian khusus harus diberikan untuk menyingkirkan keganasan. ④Jika tidak ada penyebab yang jelas, perhatian harus diberikan untuk menindaklanjuti agar suasana hati tetap rileks.