Penyakit refluks faring (LPRS) adalah penyakit yang mulai mendapat perhatian di luar negeri pada tahun 1980-an. Patogenesis penyakit refluks telah lebih banyak dipelajari di masa lalu dalam kaitannya dengan refluks gastroesofagus. Tidak ada statistik yang pasti mengenai penyakit refluks laringofaring, namun sebuah penelitian di Amerika Serikat memperkirakan bahwa 10% pasien yang datang ke klinik THT memiliki tanda dan gejala refluks. Penyakit refluks laringofaring merupakan kondisi klinis umum yang belum cukup dikenali pada masa lalu, sehingga mengakibatkan pembedahan yang tidak perlu atau pengobatan yang tidak tepat bagi sebagian besar pasien. Refluks laringofaring adalah refluks isi lambung ke sfingter esofagus bagian atas di atas nasofaring, orofaring, laringofaring, dan laring. Pemantauan pH probe ganda 24 jam adalah standar emas untuk diagnosis LPRD. Presentasi klinis: Kelelahan artikulatoris atau suara serak: paling umum, 92%-100%, tenggorokan kronis, dahak di tenggorokan, batuk kronis, sensasi benda asing di tenggorokan, refluks hidung, asma, disfagia, lebih dari separuh pasien menyangkal gejala nyeri ulu hati dan sebagian kecil pasien juga dapat muncul dengan kondisi yang serius seperti spasme laring, stenosis laring, edema celah laring, granuloma kontak laring, lesi prakanker, dan kanker laring. Penyakit umum: faringitis kronis, laringitis kronis, granuloma kontak laring, laringospasme paroksismal, stenosis laring, edema laring, leukoplakia pita suara, karsinoma laring pada pita suara, batuk kronis, asma, dan lain-lain. Oleh karena itu, penting bagi pasien dengan penyakit refluks laring untuk didiagnosis dan diobati dengan segera.