Banyak remaja yang memiliki bintik-bintik putih kecil di wajah mereka dengan ukuran yang bervariasi. Cerita rakyat percaya bahwa bintik-bintik ini merupakan tanda adanya cacing gelang di dalam perut. Inilah sebabnya mengapa mereka disebut “bintik cacing”. Faktanya, apa yang disebut “bintik cacing” adalah bercak melingkar atau oval hipopigmentasi yang terlokalisasi pada kulit. Awalnya berwarna merah pucat, kemudian menjadi putih pucat, dengan tepi yang jelas, ditutupi dengan sedikit sisik halus, dan dengan sensasi gatal yang ringan. Selain di wajah, juga bisa terlihat di lengan atas, leher atau bahu. Tes medis telah mengkonfirmasi bahwa tidak semua remaja dengan “bintik-bintik cacingan” memiliki parasit seperti cacing gelang di dalam tubuh mereka dan apa yang disebut “bintik-bintik cacingan” sebenarnya adalah kondisi kulit. Nama medis untuk “bintik-bintik cacing” adalah pityriasis alba, juga dikenal sebagai pityriasis simpleks, yang merupakan kondisi kulit yang umum terjadi pada remaja. Penyebab penyakit ini masih belum jelas dan mungkin terkait dengan infeksi kulit streptokokus, kurangnya perlindungan sebum pada permukaan kulit, pencucian yang berlebihan, paparan sinar matahari, kulit kering, kekurangan vitamin B dan elemen (seperti zat besi dan seng). Diagnosis Ascaris tidak dapat ditegakkan hanya berdasarkan “bintik-bintik cacing” saja dan hanya dapat dipastikan dengan menemukan telur Ascaris dalam tes feses. Pityriasis albuginea umumnya tidak memerlukan pengobatan, dan mereka yang mengalami gejala dapat mengoleskan krim belerang atau krim metronidazol. Pencegahan pityriasis albuginea terutama adalah dengan menghindari paparan sinar matahari dan mencuci dengan sabun dan deterjen secara berlebihan. Makanlah banyak buah dan sayuran.