Kunyah perlahan-lahan untuk kesehatan yang baik

  Ketika pasien dengan masalah pencernaan pergi ke dokter, mereka selalu diberitahu untuk mengunyah perlahan-lahan dan tidak melahapnya. Mengapa dokter menyuruh pasien melakukan hal ini? Hal ini karena mengunyah dan menelan secara perlahan-lahan akan meningkatkan pencernaan dan penyerapan makanan. Proses pencernaan dimulai segera setelah makanan masuk ke dalam mulut. Di dalam mulut, makanan dikunyah perlahan-lahan dengan gigi dan bercampur dengan air liur. Air liur adalah agen pencernaan makanan alami dan ‘agen anti-kanker dan anti-penyakit’ alami, memainkan peran yang sangat penting dalam pencernaan makanan. Jika pasien menelan perlahan-lahan dan bukannya mengunyah, proses pencernaan di dalam mulut terlewatkan dan pencernaan yang baik tidak tercapai. Mengunyah makanan di mulut yang tidak memadai juga dapat menambah beban pada lambung, sehingga rentan terhadap masalah lambung seperti gastritis, tukak lambung atau lainnya. Selain itu, makanan yang keras dapat dengan mudah tersangkut di kerongkongan atau tenggorokan karena menelan terlalu cepat, dan makan terlalu cepat dapat menyebabkan perut kembung. Bagi pasien dengan fungsi gastrointestinal yang lemah, pentingnya mengunyah dan menelan secara perlahan sangat penting, terutama ketika makan makanan seperti pancake tanpa mengunyahnya sepenuhnya dan menelannya tanpa mencernanya sepenuhnya, yang dapat dengan mudah merusak mukosa lambung dan meningkatkan beban pada lambung. Selain itu, mengunyah secara perlahan memiliki manfaat sebagai berikut: Pertama, dapat melindungi lambung dan usus: mengunyah secara perlahan dapat meningkatkan jumlah sekresi air liur, protein dalam air liur ke dalam lambung, dapat bereaksi di dalam lambung untuk menghasilkan lapisan protein, lambung untuk memainkan peran pelindung. Oleh karena itu, orang yang mengunyah dan menelan perlahan-lahan ketika makan, pada umumnya lebih kecil kemungkinannya terkena penyakit tukak lambung. Kedua, dapat mencegah penyakit gigi: mengunyah perlahan-lahan dapat sepenuhnya menyesuaikan fungsi fisiologis mulut. Mengunyah dapat meningkatkan perubahan keratin pada permukaan gusi, mempercepat sirkulasi darah dan meningkatkan ketahanan gusi terhadap penyakit. Saat makanan dikunyah berulang kali di dalam mulut, permukaan gigi berulang kali dibilas oleh air liur, yang meningkatkan efek pembersihan diri dari permukaan gigi dan membantu mencegah penyakit gigi. 3, dapat diet dan menurunkan berat badan: makanan masuk ke dalam tubuh, gula darah akan naik ke tingkat tertentu, pusat nafsu makan otak akan mengirim sinyal untuk berhenti makan. Namun, makan terlalu cepat, ketika otak mengeluarkan sinyal untuk berhenti makan, sering kali telah makan terlalu banyak makanan, dan mengunyah perlahan-lahan, kondusif untuk diet dan penurunan berat badan.  4. Kecantikan: Mengunyah meningkatkan aktivitas otot wajah, meningkatkan sirkulasi darah lokal dan meningkatkan aktivitas metabolisme kulit, sehingga kerutan wajah lebih sedikit dan kulit wajah lebih cerah. Lima, menunda penurunan otak: mengunyah perlahan-lahan, dapat membuat otot-otot wajah mendapatkan latihan dan olahraga, tetapi juga dapat meningkatkan vitalitas otak, berperan dalam mencegah penuaan otak dan demensia. Enam, kondusif untuk pencegahan kanker: dokter medis menemukan bahwa air liur dalam oksidase dan peroksidase dapat menghilangkan toksisitas zat karsinogenik tertentu, ketika makanan tertentu yang mengandung zat karsinogenik ke dalam tubuh, air liur adalah garis pertahanan pertama tubuh. Beberapa praktisi medis percaya bahwa insiden kanker yang lebih tinggi di kalangan paruh baya dan lansia ada hubungannya dengan kemampuan mengunyah yang buruk, dan percaya bahwa menumbuhkan kebiasaan makan yang baik, mengunyah perlahan-lahan, dan mengunyah setiap suapan nasi 30 kali (sekitar 30 detik) dapat membantu menghilangkan karsinogen dalam makanan. Tujuh, membantu umur panjang: penelitian telah mengkonfirmasi bahwa kelenjar ludah manusia dalam sekresi air liur pada saat yang sama, tetapi juga mengeluarkan hormon parotid, hormon parotid ini dapat diserap kembali oleh tubuh ke dalam aliran darah, ia memiliki peran ketahanan terhadap penuaan jaringan tubuh. Mengunyah dan menelan perlahan-lahan dapat merangsang sekresi air liur, yang meningkatkan sekresi dan penyerapan hormon parotis, sehingga memperlambat penuaan tubuh.