Seperti apakah gastroskopi tanpa rasa sakit itu?

  Seiring dengan semakin sadarnya masyarakat akan kesehatan, pemeriksaan medis rutin tahunan bisa sangat membantu dalam mendeteksi gangguan dalam tubuh. Gastroskopi merupakan keuntungan besar untuk mendiagnosis gangguan lambung dan duodenum. Namun demikian, ketika orang mendengar tentang gastroskopi, mereka berpikir tentang tabung hitam tebal yang turun ke tenggorokan dan masuk ke dalam perut, yang bisa menjadi “menggigil” dan sumber ketakutan. Di sinilah gastroskopi tanpa rasa sakit sangat berguna. Praktisi perawat yang cantik memberi kami infus dan kemudian ahli anestesi yang tampan mendorong propofol (umumnya dikenal sebagai “susu”) ke dalam mulut kami. Ini adalah gastroskopi tanpa rasa sakit. Meskipun gastroskopi tanpa rasa sakit sebagian besar aman, namun ada beberapa risiko yang terlibat. Hal ini mengharuskan kita untuk mempertimbangkan hal-hal berikut ini ketika melakukan gastroskopi tanpa rasa sakit: 1. Berpuasa dan tidak makan dan minum selama sekurang-kurangnya 6 jam sebelum pemeriksaan, didampingi oleh anggota keluarga.  2. Pada tahap awal terjaga, pasien mungkin mengalami pusing ringan sementara dan gerakan yang sering tidak terkoordinasi, dan mungkin mudah jatuh atau terjatuh dari tempat tidur.  3. Jangan minum alkohol, mengemudi, mengoperasikan mesin atau instrumen yang rumit, atau berpartisipasi dalam diskusi kerja atau pengambilan keputusan selama 24 jam setelah pemeriksaan.  4. Jangan minum minuman beralkohol dalam waktu 2 jam setelah pemeriksaan. Mulailah dengan sedikit makanan ringan dan cair dan secara bertahap tingkatkan jumlahnya, sehingga tidak terjadi perut kembung, mual atau muntah.  5. Tidak ada penyakit infeksi saluran pernapasan atas akut dan tidak ada penyakit kardiopulmoner serius dalam seminggu sebelum pemeriksaan.  6. Elektrokardiogram rutin dan pemantauan tekanan darah diperlukan sebelum pemeriksaan.  Dengan mengetahui semua ini, gastroskopi menjadi sangat mudah!