DHA paling baik dikonsumsi setelah usia 6 bulan karena efeknya yang bermanfaat pada perkembangan kecerdasan otak dan penglihatan, tetapi waktu yang tepat bervariasi dari orang ke orang. Secara umum, bayi hingga usia 6 bulan dapat mengonsumsi DHA melalui bahan aktif dalam ASI atau susu formula dan tidak memerlukan suplementasi tambahan. Namun demikian, seiring dengan kemajuan pertumbuhan dan perkembangan, kebutuhan DHA secara bertahap meningkat setelah usia 6 bulan, dan dapat diminum setiap hari melalui kapsul DHA atau obat tetes, baik setelah atau dengan makan, tetapi umumnya tidak dalam keadaan perut kosong. Dalam kehidupan sehari-hari, orang tua dapat memberi anak-anak mereka lebih banyak buah segar, ikan, telur, daging tanpa lemak, produk susu, dan makanan lain yang tinggi DHA. Selain itu, orang tua juga harus memperhatikan bahwa jika bayi biasanya makan secara teratur dan memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang normal, tidak perlu suplementasi yang berlebihan untuk menghindari kelebihan gizi.