Jambu biji: Jambu biji sangat kaya akan vitamin C. Seperti banyak orang yang tidak menyikat gigi dengan keras tapi gusi mereka mudah berdarah, itu berarti tubuh mereka kekurangan vitamin C untuk melindungi gusi mereka. Jambu biji adalah salah satu buah teratas dalam daftar vitamin. Mengonsumsi lebih banyak jambu biji dapat membantu mengisi kekurangan vitamin dan melindungi kesehatan gusi Anda. Namun, jika Anda menderita penyakit periodontal, tidak cocok untuk makan makanan yang terlalu keras, ingatlah untuk memilih jambu biji yang lembut untuk dimakan. Seledri: Seledri juga dikenal sebagai “sikat gigi nabati” karena mengandung banyak selulosa kasar, yang dapat membersihkan bakteri di permukaan gigi ketika dikunyah, dan ketika menggigit seledri, mulut akan mengeluarkan banyak air liur untuk menetralkan keasaman dalam mulut, yang dapat mengurangi produksi plak dan juga memberikan efek antibakteri alami pada mulut. Selain itu, seledri sendiri juga kaya akan vitamin, terutama daun seledri memiliki kandungan vitamin C yang lebih baik daripada batangnya, jadi ketika Anda memakannya secara normal, Anda harus memakannya bersama dengan daunnya. Tiga teh hijau: Beberapa orang terbiasa meminum secangkir teh hijau setelah makan karena memiliki rasa yang jernih yang dapat meredakan rasa berminyak dan menghilangkan rasa tidak enak di mulut. Alasan mengapa teh hijau dapat membuat bau mulut menjadi lebih baik adalah karena adanya komponen katekin yang dapat menghilangkan bau mulut dan rasa tidak sedap. Menurut penelitian medis, katekin juga dapat menghilangkan sel-sel penyebab kanker dari tubuh, belum lagi Streptococcus pyogenes yang menyebabkan rongga di mulut! Selain itu, teh hijau sendiri juga kaya akan fluoride, menjadikannya makanan anti asam dan anti gigi berlubang alami terbaik. Bawang: Bawang bombay, yang dikenal sebagai “ratu benih sayuran” di Eropa, mengandung senyawa sulfur dengan efek bakterisida yang kuat, sehingga memiliki efek bakterisida yang baik terhadap Streptococcus pyogenes, yang menyebabkan kerusakan gigi, terutama bawang bombay mentah. Selain itu, bawang bombay memiliki nilai gizi yang tinggi dan kaya akan nutrisi seperti mineral fosfor, kalsium, dan multivitamin, selain serat kasar, yang semuanya diperlukan oleh gigi, sehingga menjadikannya makanan yang sangat baik untuk kesehatan gigi. Lima biji-bijian: Mengonsumsi lebih banyak biji-bijian tidak hanya mengurangi kejadian diabetes atau penyakit jantung, tetapi penelitian baru menunjukkan bahwa mengonsumsi biji-bijian yang setara dengan tiga atau empat potong roti gandum setiap hari juga memiliki efek pencegahan terhadap penyakit periodontal. Penelitian dari Kanada ini dilakukan pada pasien penyakit periodontal dan menemukan bahwa mereka yang makan lebih banyak beras merah, roti gandum dan biji-bijian lainnya memiliki tingkat penyakit periodontal yang jauh lebih rendah daripada mereka yang makan lebih sedikit biji-bijian, sehingga menegaskan keefektifannya dalam mencegah penyakit periodontal. Enam sultanas: Secara umum diyakini bahwa pembentukan kerusakan gigi terkait dengan pembentukan plak oleh bakteri. Menurut percobaan di Amerika baru-baru ini, senyawa tertentu dalam sultana menghambat pertumbuhan dua jenis bakteri di dalam mulut, yang bertanggung jawab atas kerusakan gigi dan peradangan periodontal. Tentu saja, sultana yang bebas gula dan alami adalah yang terbaik, tetapi Anda juga dapat mengonsumsi sultana biasa, hanya saja sultana lebih sering digunakan sebagai makanan pencuci mulut, jadi ingatlah untuk segera membersihkan gigi Anda setelah memakannya, jika tidak maka Anda akan mengalami efek samping. Seven Mint: Karakteristik mint adalah memiliki aroma yang segar, dan hampir semua merek permen karet dan pasta gigi memiliki rasa ini. Selain nafas aromatiknya, kesejukan mint juga menyegarkan dan membantu melindungi gigi. Obat kumur rasa mint tersedia di banyak negara di Eropa dan Amerika dan digunakan untuk kesehatan gigi. Produk susu: Produk susu kaya akan kalsium dan nutrisi, yang juga berguna untuk mencegah kerusakan gigi. Produk susu tidak hanya kaya akan kalsium, yang dibutuhkan untuk pertumbuhan gigi, tetapi juga melindunginya. Kalsium dan fosfat dalam produk susu dapat menyeimbangkan pH dalam mulut dan mencegah kerusakan gigi yang disebabkan oleh lingkungan asam yang kondusif untuk aktivitas bakteri.