Dalam keadaan normal, kehamilan dimulai ketika sperma dan sel telur bertemu untuk membentuk sel telur yang dibuahi secara diploid, yang akhirnya membentuk plasenta dan janin normal. Plasenta terutama melekat pada dinding rahim ibu dan memberikan makanan bagi janin yang sedang tumbuh. Jika terjadi kesalahan selama proses pembuahan, graviditas bisa terjadi. Proses pembuahan yang salah ini pada gilirannya biasanya menyebabkan pembentukan plasenta yang tidak normal dan lebih jauh lagi menyebabkan perkembangan embrio yang tidak normal. Karena tingkat oedema interstitial yang tinggi, terbentuk lepuh dengan berbagai ukuran, yang terhubung dalam tandan dan menyerupai anggur, maka istilah gravida, juga dikenal sebagai massa janin yang melepuh (HM). Ada dua jenis janin: lengkap dan parsial. Janin lengkap terbentuk ketika plasenta seluruhnya terdiri dari lepuh-lepuh kecil dan mengisi seluruh rongga rahim, bukannya melekat pada dinding rahim dalam bentuk cakram. Karena plasenta sama sekali tidak normal, janin tidak berkembang sama sekali. Gravida parsial terbentuk ketika plasenta terdiri dari lepuh-lepuh kecil dan parsial. Karena plasenta sebagian tidak normal, janin bisa berkembang, tetapi biasanya juga tidak normal. Penyebab pasti terjadinya graviditas tidak diketahui dan rata-rata kejadian di negara ini sekitar 0,78 per 1000 kehamilan.