Apa yang dimaksud dengan depersonalisasi?

  Depersonalisasi adalah pengalaman yang tidak menyenangkan dan tidak disadari oleh diri sendiri, di mana pasien memiliki perasaan tidak dikenal, terasing, atau tidak autentik. Ada empat aspek utama dari depersonalisasi dalam arti luas: 1. Depersonalisasi sempit, yaitu perasaan bahwa “aku” telah terlepas dari dunia luar dan menjadi tidak nyata, perasaan bahwa “aku” sepertinya tidak ada, yang dapat digambarkan sebagai rasa “tidak ada aku”. “2. Disintegrasi realitas, yaitu pasien merasa bahwa dunia luar tampaknya telah berubah dan menjadi tidak nyata, seperti gambar atau foto, tanpa rasa tiga dimensi dan kehidupan, semuanya menjadi jauh dan aneh; 3. Disintegrasi tubuh, yaitu pasien merasa bahwa ukuran, berat, kekerasan dan kelembutan seluruh tubuhnya telah berubah dengan cara yang aneh, kehilangan rasa realitas dan substansi yang normal, tampaknya “4. Disintegrasi emosional, yaitu perasaan bahwa seseorang telah kehilangan kemampuan untuk mengalami emosi, tidak dapat mencintai atau membenci, dan bahwa ia menderita karenanya.  Depersonalisasi sering kali merupakan hasil dari perubahan abnormal dalam dunia subjektif pasien. Pasien dapat menggambarkan pengalamannya dengan jelas dan mengenalinya sebagai sesuatu yang tidak normal, tetapi orang lain di sekitarnya tidak, dan ia menderita karena tidak dimengerti. Spesialis dapat mengenali jenis pengalaman ini dan membantu mengobatinya sejak dini untuk mencegah depersonalisasi berkembang menjadi depresi, skizofrenia, dan penyakit mental lainnya.