Dalam masyarakat Cina modern, diabetes dan penyakit periodontal memiliki insiden yang tinggi dan harus diberi perhatian yang cukup. Diabetes melitus adalah kelainan endokrin yang berhubungan dengan beberapa faktor genetik. Penyakit periodontal adalah penyakit infeksi kronis yang terjadi pada jaringan periodontal dan disebabkan oleh bakteri plak. Keduanya memiliki tingkat regulasi kekebalan tubuh yang tidak normal. Di satu sisi, beberapa ahli mendaftarkan periodontitis sebagai komplikasi keenam dari diabetes (lima lainnya adalah penyakit pembuluh darah, retinopati, nefropati, neuropati, dan infeksius), dan di sisi lain, sejumlah besar penelitian telah dilakukan selama bertahun-tahun untuk menunjukkan bahwa diabetes melitus merupakan faktor risiko penting untuk penyakit periodontal. Terdapat hubungan dua arah antara keduanya: diabetes tidak hanya mempengaruhi penyakit periodontal, tetapi infeksi periodontal pada gilirannya mempengaruhi metabolisme endokrin, yang mempengaruhi kontrol glikemik dan meningkatkan risiko komplikasi diabetes. Patogenesis penyakit periodontal yang berhubungan dengan diabetes mellitus mungkin disebabkan oleh defek pada kemotaksis leukosit dan fagositosis, perubahan pada membran basal pembuluh darah pada jaringan, penurunan sintesis kolagen, penurunan pembentukan matriks tulang, dan penurunan imunomodulasi, yang mengakibatkan penurunan resistensi terhadap infeksi dan gangguan penyembuhan luka. Diabetes melitus memiliki dampak yang signifikan pada sistem vaskular, respon inflamasi dan perbaikan jaringan, sehingga mengubah respon individu terhadap bakteri plak, yang mempengaruhi manifestasi klinis penyakit periodontal, proses patologis dan respon terhadap terapi periodontal. Di sisi lain, pasien diabetes dengan periodontitis parah memiliki kontrol glikemik yang jauh lebih buruk daripada mereka yang tidak memiliki periodontitis. Perawatan periodontal yang menyeluruh dan efektif tidak hanya mengurangi lesi periodontal, tetapi juga secara signifikan menurunkan kadar hemoglobin terglikasi pada pasien diabetes dan mengurangi resistensi insulin pada pasien diabetes berat, sehingga meningkatkan kontrol glikemik dan kondisi pasien. Oleh karena itu, pencegahan dan perawatan penyakit periodontal merupakan bagian penting dari pengendalian diabetes. Kesimpulannya, pasien diabetes harus rajin memonitor glukosa darah mereka, dan secara aktif melakukan perawatan penyakit periodontal yang sistematis dan terstandardisasi atas dasar kontrol glukosa darah dan anti peradangan.