Sariawan – juga dikenal sebagai sariawan – biasanya berukuran relatif kecil tetapi sangat menyakitkan dan mempengaruhi makan, minum dan bahkan berbicara. Wanita, remaja, dan orang dengan riwayat sariawan dalam keluarga berisiko lebih tinggi mengalami sariawan berulang. Sariawan tidak menular dan biasanya sembuh secara alami dalam waktu satu sampai dua minggu.
Namun, jika ulkus di mulut Anda besar atau sangat menyakitkan, atau jika ulkus itu bertahan lama tanpa penyembuhan, inilah saatnya untuk menemui ahli medis.
Apa yang dapat menyebabkan sariawan?
Tidak ada penyebab pasti sariawan. Namun demikian, ada sejumlah faktor dan pemicu yang telah diakui, yang utama meliputi.
1. Luka kecil di mulut yang disebabkan oleh perawatan gigi, menyikat gigi yang berlebihan, olahraga, dan ketukan dan gigitan yang tidak disengaja.
2, pasta gigi dan obat kumur yang mengandung sodium lauryl sulfate (SLS).
3. Kepekaan terhadap makanan asam tertentu seperti stroberi, jeruk dan nanas, selain cokelat dan kopi yang dapat memicu bisul.
4. Kekurangan vitamin esensial, terutama vitamin B-12, seng, asam folat dan zat besi.
5. Reaksi alergi terhadap bakteri tertentu di mulut
6. Iritasi dari peralatan ortodontik (kawat gigi).
7. Perubahan kadar hormon selama menstruasi.
8, stres atau kurang tidur.
9. Infeksi bakteri, virus, atau jamur.
Juga sariawan bisa menjadi tanda kondisi serius tertentu yang memerlukan perawatan, seperti.
1. Penyakit celiac (yaitu enteropati getah gandum, suatu kondisi di mana pasien sangat sensitif terhadap makanan tepung terigu yang mengandung getah gandum, umumnya dikenal sebagai gluten).
2. Penyakit radang usus.
3. Diabetes mellitus.
4. leukoaraiosis (yang merupakan gangguan sistem kekebalan tubuh sistemik).
5. Gangguan sistem kekebalan tubuh, menyebabkan tubuh menyerang sel-sel mulut yang sehat.
6. AIDS.
Apa jenis sariawan yang umum?
Ada tiga jenis sariawan yang umum.
1. Bisul ringan
Yang paling umum, bulat atau oval, berdiameter 2 hingga 4mm, biasanya sembuh sendiri dalam 7 hingga 14 hari tanpa jaringan parut.
2. Bisul yang berat
Bisulnya besar dan dalam, bentuknya tidak beraturan dan bisa bertahan hingga 6 minggu. Ada jaringan parut setelah penyembuhan.
3. Bisul seperti herpes
Bisulnya kecil dan banyak, dan bisa berjumlah hingga selusin atau bahkan puluhan, dan sering terjadi pada orang dewasa. Biasanya sembuh secara spontan dalam 7 hingga 14 hari dan tidak meninggalkan bekas luka. Segera cari pertolongan medis jika terjadi hal-hal berikut
(1) Bisul yang luar biasa besar.
(2) Ulkus baru tumbuh kembali sebelum ulkus lama sembuh.
(3) Bisul yang belum sembuh selama lebih dari dua minggu.
(4) Ulkus yang tidak nyeri.
(5) Sariawan yang telah menyebar ke bibir.
(6) Rasa nyeri yang tidak terkontrol oleh obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas atau obat-obatan alami.
(7) Gangguan parah pada makan dan minum.
(8) Demam tinggi atau diare setiap kali timbul ulkus.
Bagaimana cara mendiagnosis sariawan?
Dalam satu kasus, diagnosis dapat dilakukan oleh dokter dengan melihat dan menyentuh. Namun, jika bisul sering terjadi dan parah, penting untuk mempertimbangkan apakah ada faktor penyakit lain.
Bagaimana cara mengobati sariawan?
Bisul biasanya tidak perlu diobati. Namun, jika ulkus menyebabkan Anda kesakitan, Anda mungkin ingin mencoba metode berikut di bawah bimbingan dokter gigi Anda untuk mengurangi rasa sakit dan mempercepat penyembuhan.
1. Membilas mulut dengan garam atau air soda.
2. mengoleskan susu magnesia (secara ilmiah disebut suspensi magnesium hidroksida) pada ulkus.
3. Menaburkan soda kue di atas bisul.
4. Aplikasi benzocaine (anestesi lokal yang dijual bebas) (gunakan dengan hati-hati pada anak-anak).
5. Mengoleskan es pada ulkus.
6. penggunaan obat kumur yang mengandung hormon steroid untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan
7. penggunaan tambalan ulkus.
8. Mengoleskan kantong teh yang dibasahi ke ulkus.
9. Mengonsumsi suplemen nutrisi seperti asam folat, vitamin B6, vitamin B12, seng.
10. cobalah beberapa pengobatan alami seperti teh chamomile, echinacea, mur, akar manis.
Bagaimana cara mencegah sariawan?
1. Hindari konsumsi makanan yang merangsang secara berlebihan, termasuk buah-buahan asam seperti nanas, jeruk bali, jeruk dan lemon, serta kacang-kacangan, keripik atau makanan pedas lainnya. Sebaliknya, pilihlah biji-bijian utuh dan buah-buahan dan sayuran yang bersifat alkali (non-asam) untuk kesehatan mulut yang baik.
2. Pastikan pola makan yang sehat dan seimbang dengan mengonsumsi multivitamin harian.
3. cobalah untuk menghindari berbicara saat makan untuk mengurangi gigitan yang tidak disengaja.
4. Kurangi stres, pertahankan kebiasaan kebersihan mulut yang baik, sikat gigi dan benang gigi setiap hari dan cobalah untuk menyikat gigi setiap kali selesai makan jika memungkinkan.
5. Bagi sebagian orang, menggunakan sikat gigi berbulu lembut dan menghindari pasta gigi dan obat kumur yang mengandung sodium lauryl sulfate (SLS) juga dapat membantu.
6. Jika Anda sedang menjalani ortodontik atau memiliki gigi palsu di mulut Anda, dll., periksakan ke dokter gigi yang akan menyesuaikannya atau menutupi ujung-ujungnya yang tajam dengan lilin.
Terakhir, pastikan bahwa Anda cukup tidur dan istirahat. Hal ini tidak hanya akan mencegah sariawan, tetapi juga akan membantu dalam pencegahan atau pemulihan penyakit lainnya.