Efek samping laktoferin untuk bayi

  Laktoferin adalah bahan alami yang aman dan andal yang diekstrak dari susu sapi dan tidak memiliki efek samping untuk bayi. Laktoferin, umumnya ditemukan dalam ASI dan cairan jaringan mamalia lainnya (misalnya dalam air mata, empedu, cairan sinovial, neutrofil), paling banyak ditemukan dalam kolostrum dan secara bertahap berkurang seiring dengan waktu menyusui. Laktoferin, protein pengikat zat besi non-haemoglobin, adalah anggota keluarga transferin dan merupakan salah satu nutrisi yang melindungi kehidupan baru dari kekebalan untuk pertama kalinya.  1. Meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh: setelah bayi menghisap ASI, laktoferin dalam ASI berikatan dengan afinitas yang tinggi dengan zat besi dalam saluran pencernaannya, mengangkutnya ke sel-sel usus halus dan melepaskannya untuk memasok kebutuhan seluruh tubuh bayi. Fungsi khusus lain dari laktoferin adalah sebagai antibakteri, antiseptik dan antivirus dan tidak memiliki efek berbahaya pada probiotik dalam tubuh (misalnya bifidobakteri). Laktoferin juga mempromosikan dan meningkatkan fungsi kekebalan sel imun seperti neutrofil, makrofag, dan sel pembunuh alami di dalam tubuh, serta mengatur produksi antibodi di dalam tubuh.  2. Laktoferin cocok untuk: orang dengan kekebalan tubuh rendah; pasien yang baru sembuh dari operasi atau penyakit; bayi dan bayi prematur yang tidak mendapatkan ASI; calon ibu selama persiapan kehamilan atau kehamilan; anak-anak atau orang lanjut usia yang lemah dan sakit-sakitan.