Kolesterol HDL juga dikenal sebagai “kolesterol baik” dan dokter sering merekomendasikan kadar HDL plasma di atas 1,04 mmol/L. Namun demikian, HDL yang lebih tinggi tidak selalu lebih baik karena HDL yang tinggi juga dapat dikaitkan dengan penyakit inflamasi, obat-obatan tertentu, dan fungsi tiroid yang abnormal. Penyakit inflamasi: Hepatitis kronis, kolangitis bilier primer, dan penyakit lainnya mungkin memiliki HDL tinggi karena fungsi hati yang tidak normal, yang mengakibatkan metabolisme lipid yang tidak normal. 2. Obat-obatan tertentu: Beberapa obat dapat meningkatkan kadar HDL. Obat-obatan ini sering kali juga memiliki efek mengurangi kolesterol LDL, trigliserida, dan kolesterol total, termasuk: (1) Sekuestran asam empedu, yaitu obat yang menghambat penyerapan lipid dari makanan. (2) Penghambat penyerapan kolesterol. (3) asam lemak tak jenuh omega-3: mengurangi trigliserida sekaligus meningkatkan kadar HDL. Statin: mencegah jaringan hati mensintesis lebih banyak kolesterol. (3) Fungsi tiroid yang tidak normal: Hormon tiroid memiliki peran pengaturan dalam metabolisme lipid dan hipotiroidisme dapat menyebabkan peningkatan HDL.