Disfungsi ereksi: bagaimana cara memilih fosfodiesterase yang tepat?

Disfungsi ereksi (DE) adalah masalah kesehatan utama di seluruh dunia, dan pengobatan farmakologis sangat bergantung pada penghambat fosfodiesterase 5 (PDE5I). Avanafil, rodenafil, mirodenafil, sildenafil, tadalafil, udenafil, dan vardenafil adalah tujuh PDE5I yang saat ini digunakan secara umum dan telah terbukti kemanjurannya. Namun, PDE5I yang optimal untuk pengobatan DE masih belum dapat disimpulkan. Kemanjuran dalam penelitian ini dievaluasi berdasarkan Indeks Internasional Fungsi Ereksi (IIEF-EF)> 26, Kuesioner Penilaian Global (GAQ-1), Penetrasi Penis yang Berhasil (SEP2), dan Penyelesaian Hubungan Seksual yang Berhasil (SEP3). Penilaian efek samping kemudian mencakup semua efek samping atau efek samping yang dilaporkan dalam penelitian ini, dengan efek samping yang paling umum adalah sakit kepala, kemerahan, dispepsia, dan hidung tersumbat. Dalam analisis trade-off dari dosis awal yang direkomendasikan, sildenafil 50mg ditemukan memiliki kemanjuran terkuat, tetapi juga tingkat efek samping tertinggi secara keseluruhan. Tadanafil 10mg cukup berkhasiat, meskipun memiliki tingkat efek samping terendah. Vardenafil 10mg dan avanafil 100mg memiliki tingkat efek samping yang serupa dibandingkan dengan sildenafil 50mg, tetapi memiliki kemanjuran keseluruhan yang jauh lebih rendah daripada sildenafil. Udenafil 100 mg memiliki kemanjuran yang serupa dengan tadalafil 10 mg, tetapi tingkat efek sampingnya lebih tinggi dengan udinafil. Secara keseluruhan, semua PDE5I dalam penelitian ini berkhasiat relatif terhadap plasebo. Pengobatan sildenafil 50 mg lebih disukai untuk pasien yang mencari kemanjuran tinggi. Pasien yang mengharapkan tolerabilitas terbaik dapat memilih tadanafil 10 mg, dan ketika kemanjurannya buruk dapat beralih ke udinafil 100 mg. Studi ini memungkinkan dokter untuk memvisualisasikan kemanjuran dan efek samping dari berbagai PDE5I untuk pengobatan disfungsi ereksi, dan juga memungkinkan penyesuaian dosis yang tepat waktu dan akurat berdasarkan kebutuhan pasien yang berbeda-beda.