Lensa kontak, yang juga dikenal sebagai lensa kontak kornea, sangat populer di kalangan pasien muda karena dapat berfungsi ganda, yaitu untuk koreksi penglihatan dan estetika. Namun, lensa kontak, meskipun berkualitas baik dan memiliki permeabilitas oksigen yang tinggi, dapat menghalangi kebutuhan langsung kornea akan oksigen, yang dapat menyebabkan mata kering, pengelupasan epitel, neovaskularisasi, dan konjungtivitis papiler raksasa. Dengan adanya bakteri atau virus, mereka juga dapat dengan mudah menyebabkan keratitis dan bahkan ulkus kornea dan perforasi. Saran bagi mereka yang ingin memakai lensa kontak Siswa sekolah dasar dan menengah sebaiknya tidak memakai lensa kontak karena mereka berada dalam masa pertumbuhan dan perkembangan yang cepat, struktur mata berubah dengan cepat, tingkat miopia tidak stabil, dan kelengkungan lensa dapat dengan mudah menjadi tidak sesuai dengan kornea dan menyebabkan pelepasan epitel kornea, atau bahkan ulserasi kornea atau perforasi. Pada saat yang sama, karena siswa sekolah dasar dan menengah kurang sadar akan perawatan diri dan kurang mampu merawat diri mereka sendiri, pemakai lensa kontak harus membersihkan dan mendisinfeksi lensa kontak mereka setiap hari, yang dapat menyebabkan infeksi jika lensa kontak tidak dirawat dan didesinfeksi dengan benar setiap hari. Komplikasi juga dapat terjadi jika lensa kiri dan kanan dipakai di tempat yang salah atau jika lensa yang dipakai melebihi batas waktu. Lensa kontak tidak boleh dipakai oleh orang yang berusia di atas 40 tahun karena mereka akan mengalami perubahan degeneratif yang lebih signifikan pada matanya, seperti penurunan toleransi mata terhadap kekurangan oksigen. Pasien tertentu tidak boleh menggunakan lensa kontak Pasien dengan dakriosistitis, kelopak mata yang tidak menutup sempurna, keratitis atau infeksi, konjungtivitis atau infeksi, uveitis, glaukoma, dan kelainan refraksi di luar jangkauan koreksi lensa kontak tidak boleh menggunakan lensa kontak. Pasien dengan penyakit kolagen seperti sinusitis, diabetes, hipertiroidisme, artritis reumatoid, dan penyakit sistemik seperti penyakit autoimun juga tidak boleh menggunakan lensa kontak. Kiat khusus: Jangan memakai lensa kontak saat Anda sedang pilek. Karena pilek sering kali disertai dengan peradangan ringan pada konjungtiva dan kornea, pembuluh darah di mata melebar dan tersumbat saat demam, sehingga penggunaan lensa kontak pada saat ini dapat memperparah peradangan. Selain itu, pasien sering kali memiliki banyak kuman atau virus di tangan mereka, yang dapat dengan mudah masuk ke dalam mata selama proses pengambilan dan pemakaian lensa kontak. Selain itu, banyak obat flu, batuk, dan nyeri yang mengandung bahan yang menghambat produksi air mata, dan berkurangnya produksi air mata dapat memengaruhi kenyamanan pemakaian lensa kontak. Lensa kontak tidak boleh dipakai saat mengonsumsi obat-obatan tertentu. Misalnya, saat mengonsumsi kontrasepsi oral, kelopak mata dan kornea dapat menjadi bengkak; saat menggunakan obat penenang dan hipnotis, kelopak mata tidak dapat membuka dan menutup dengan baik; saat menggunakan antihistamin generasi pertama, antikolinergik, dan antidepresan trisiklik, produksi air mata dapat berkurang. Beberapa obat (misalnya rifampisin, finapiridin, tetrasiklin, lorazepam) dapat mengubah warna lensa kontak. Semua obat ini dapat memengaruhi efektivitas pemakaian lensa kontak. Wanita yang sedang menstruasi, hamil, atau menyusui sebaiknya tidak menggunakan lensa kontak karena tekanan mata lebih tinggi dari biasanya selama menstruasi dan bola mata rentan mengalami kongesti, yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan peradangan. Selama kehamilan, kelopak mata dan kornea dapat mengalami pembengkakan akibat perubahan kadar hormon dalam tubuh, dan permukaan kornea mungkin tidak sesuai dengan lensa kontak yang normal, yang dapat memberikan efek buruk pada kornea. Lensa kontak tidak boleh dipakai dalam keadaan khusus tertentu, misalnya, lensa kontak tidak boleh dipakai di lingkungan yang sangat tercemar seperti debu dan asap, atau di tempat kerja yang mengandung asam, basa, dan bahan kimia yang mudah menguap. Lensa kontak tidak boleh dipakai lebih dari 6 jam sehari dan tidak boleh dipakai terus menerus selama lebih dari 10 tahun, serta harus digunakan bersama dengan bingkai. Catatan Khusus: Lensa kontak berwarna dan lensa kontak sekarang menjadi spesialisasi yang populer di kalangan anak muda. Meskipun sangat indah, namun jika terdapat masalah kualitas pada produk, warnanya bisa luntur dan menyebabkan lebih banyak kerusakan pada mata. Kedua, karena diameter lensa kontak berwarna umumnya ditetapkan pada 4 hingga 6 mm, sementara pupil mata manusia dapat membesar atau mengecil seiring dengan kecerahan cahaya, maka ada kemungkinan diameter pupil akan melebihi 6 mm apabila cahaya terlalu gelap, sehingga menyebabkan gangguan penglihatan di malam hari.