Keratosis pilaris, juga dikenal sebagai keratosis pilaris, adalah kondisi kulit kronis yang terjadi pada folikel rambut, sebagian besar pada anak-anak dan remaja, dan sering kali memburuk di musim dingin. Penyebabnya sebagian besar adalah genetik dan juga terkait dengan insufisiensi tiroid dan defisiensi vitamin A. Kulit folikel keratotik sering terletak di lengan atas dan paha, sering kali bilateral, dan kulit yang terkena mungkin muncul sebagai papula keratotik kecil dengan sebum dan sel epitel folikel di bagian atas papula. Apabila papulnya kecil, mereka cenderung tampak sebagai titik hitam kecil, sedangkan apabila besar, mereka tampak sebagai duri kecil, sering kali menyatu dengan rapat, dalam bercak papular yang besar. Area yang terpengaruh mungkin terasa seperti disentuh. Pasien sering menggambarkan folikel kulit yang terkena seolah-olah ada rambut halus yang tidak tumbuh keluar. Namun, pasien tidak merasa sakit atau gatal, dan tidak ada konsekuensi buruk yang serius, tetapi kulit yang rusak bisa jadi tidak menyenangkan dan nyaman secara estetika. Sebagian pasien juga dapat mengembangkan papula putih di dalam mulut; garis-garis merah dan putih yang berjarak juga dapat muncul pada kuku. Pencegahan dan pengobatan Pasien dapat mengurangi kejadian kondisi ini dengan merawat kulit mereka dengan lebih baik, menjaganya agar tetap bersih dan mengelupasnya dengan cara yang lembut. Selama bulan-bulan musim dingin yang kering, kulit kehilangan lebih banyak air dan lebih rentan terhadap penyakit. Oleh karena itu, tidak disarankan untuk mandi terlalu sering di musim dingin atau menggunakan terlalu banyak perlengkapan mandi alkali yang kuat. Setelah mandi, oleskan minyak yang memiliki efek perawatan kulit untuk melindungi kelembutan kulit. Selain itu, mengoleskan tabir surya dan mengonsumsi vitamin C secara oral juga dapat mengurangi kekambuhan penyakit ini. Diet yang kaya akan makanan bervitamin A seperti wortel, sayuran hijau dan buah segar dapat dikonsumsi. Pasien dapat menggunakan obat topikal untuk dioleskan ke area yang terkena. Yang umum digunakan adalah lipid urea 10% untuk melembutkan jerawat keratin dan mengembalikan pelumasan pada kulit. Selain itu, krim asam vitamin A 0,1% atau salep minyak hati ikan kod 20% juga dapat meredakan kekeringan kulit dan berperan dalam menjaganya tetap terlumasi. Untuk perawatan lengkap, asam buah dan pelapisan ulang laser fraksional adalah perawatan yang baik.