Apa saja penyebab gangguan hipertensi pada kehamilan?

  Gangguan hipertensi pada kehamilan adalah spesifik untuk wanita hamil selama kehamilan dan dapat memengaruhi kehidupan ibu dan janin, dan etiologinya tidak jelas. Namun, penelitian telah menunjukkan bahwa terjadinya gangguan hipertensi pada kehamilan merupakan hasil dari beberapa faktor, yang paling penting adalah faktor ibu, faktor janin-plasenta, dan efek gabungan keduanya.  Faktor ibu: (1) Faktor genetik: Gangguan hipertensi pada kehamilan bersifat familial, sehingga jelas terkait dengan faktor genetik. Selain itu, penelitian telah menunjukkan bahwa lingkungan yang dingin atau perubahan suhu yang tiba-tiba dapat meningkatkan kejadian hipertensi, yang menunjukkan bahwa respons ibu terhadap perubahan suhu dan dingin dapat menjadi faktor yang mempengaruhi perkembangan hipertensi.  (2) Faktor nutrisi: Hipoalbuminemia dan kekurangan berbagai nutrisi seperti kalsium, magnesium, seng, dan selenium dapat dikaitkan dengan gangguan hipertensi pada kehamilan.  2. Peran faktor janin-plasenta: (1) Pengaruh genotipe janin/ayah: janin adalah semi-homograft dengan setengah dari faktor genetik ayah dan ibu distimulasi oleh sitokin ayah, yang jika diaktifkan secara berlebihan oleh respons inflamasi ibu terhadap faktor-faktor ini, dapat menyebabkan konflik genetik yang spesifik pada kedua orang tua dan pada akhirnya dapat menyebabkan gangguan hipertensi pada kehamilan.  (2) Invasi sel trofoblas abnormal di dalam miometrium: Sel trofoblas terbentuk melalui pembelahan sel telur yang telah dibuahi dan dapat memberikan dukungan nutrisi pada embrio. Jika sel trofoblas yang abnormal terjadi dan menginvasi ke dalam miometrium, maka hal ini pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan aliran darah plasenta, yang selanjutnya memicu timbulnya berbagai gejala.  3. Faktor ibu dan janin-plasenta: Interaksi dapat menyebabkan iskemia plasenta, yang dapat menyebabkan hipertensi transien, proteinuria, dan kerusakan beberapa sistem dan organ pada ibu, yang pada akhirnya menyebabkan terjadinya gangguan hipertensi selama kehamilan.  Selain itu, ibu hamil cenderung mengalami gangguan hipertensi pada kehamilan jika memiliki faktor risiko sebagai berikut: usia ibu ≥ 40 tahun; riwayat pre-eklampsia; antibodi antifosfolipid positif; hipertensi, nefritis kronis diabetes mellitus; BMI ≥ 35 kg/m2 pada kunjungan pertama kali bersalin; riwayat keluarga dengan pre-eklampsia (ibu atau saudara perempuan); kehamilan saat ini merupakan kehamilan kembar, kehamilan pertama, jarak kehamilan ≥ 10 tahun, dan kehamilan dini. Tekanan darah sistolik ≥ 130 mmHg atau tekanan darah diastolik ≥ 80 mmHg, dll.