Apa saja tanda dan gejala mania?

Pasien dengan gangguan bipolar umumnya berpikiran tinggi, bahagia dan ceria atau bahkan gembira tanpa alasan yang jelas, dan beberapa pasien hanya menunjukkan gejala mudah tersinggung. Pada kasus yang ringan, tidak ada gangguan fungsi sosial atau hanya gangguan ringan, sedangkan pada kasus yang berat, gejala psikotik seperti halusinasi dan delusi dapat terjadi. Pasien yang menderita mania memiliki setidaknya tiga dari manifestasi berikut: 1. kurangnya perhatian atau bergeser dengan situasi; 2. peningkatan volume bicara; 3. pikiran yang berpacu (peningkatan kecepatan bicara, bicara cepat, dll.), asosiasi yang dipercepat atau pengalaman melayang-layang; 4. melebih-lebihkan atau membesar-besarkan harga diri; 5. energi yang tinggi, tidak ada rasa lelah, aktivitas yang meningkat, kesulitan untuk diam, atau perubahan konstan dalam rencana dan kegiatan; 6. perilaku sembrono (seperti pemborosan, tidak bertanggung jawab, atau sembrono); 7. perilaku sembrono (seperti pemborosan, tidak bertanggung jawab, atau sembrono). tidak bertanggung jawab, atau perilaku sembrono, dll.); 7. berkurangnya kebutuhan tidur; 8. hiperseksualitas. Tentu saja, pasien-pasien ini mengalami gangguan fungsi sosial yang parah, sering kali dengan konsekuensi yang berbahaya atau negatif bagi orang lain, dan durasi penyakitnya setidaknya satu minggu. Deteksi dini dan pengobatan tetap menjadi salah satu cara yang paling penting untuk memerangi penyakit ini.