Gangguan bipolar remaja mengacu pada gangguan bipolar remaja, di mana remaja dalam masa pubertas mengalami episode manik karena pengaruh faktor-faktor tertentu. Mania remaja terutama terkait dengan tekanan psikologis yang berlebihan, perubahan lingkungan, faktor kepribadian, genetika, dan faktor lainnya.
Manifestasi klinis mania remaja terutama meliputi gejala-gejala seperti emosi yang meningkat, pikiran yang berpacu, peningkatan aktivitas dan perilaku berkehendak yang lebih tinggi, ide yang berlebihan dan delusi yang berlebihan, dan kurang tidur. Gangguan bipolar remaja yang ringan mungkin hanya menunjukkan gejala-gejala seperti suasana hati yang tinggi, energi yang tinggi, peningkatan aktivitas, mudah tersinggung dan perilaku yang sembrono, tetapi tidak disertai dengan halusinasi dan delusi.
Gangguan bipolar pada remaja dapat diintervensi melalui pengobatan, fisioterapi, dan psikoterapi. Terapi obat dapat diobati dengan mengonsumsi obat antipsikotik, seperti quetiapine, olanzapine, risperidone, dll. Terapi fisik meliputi stimulasi magnetik transkranial berulang, terapi elektrokonvulsif tanpa kejang, dll. Terapi psikologis dapat dipilih sebagai alat bantu sesuai dengan kondisi pasien yang berbeda.
Mania remaja membutuhkan deteksi dini, perawatan medis yang tepat waktu, dan perawatan standar di bawah bimbingan dokter profesional untuk menghindari penundaan.
Penggunaan obat-obatan harus dilakukan di bawah bimbingan dokter, tidak boleh sembarangan untuk menghindari reaksi yang merugikan.