Cara Makan: Prinsip “Perlahan” Jika Anda ingin mencegah kanker, Anda harus mengikuti satu prinsip lagi dalam proses makan – “perlahan”. Para ahli menunjukkan bahwa makan secara perlahan memiliki tiga manfaat utama untuk pencegahan kanker. Pertama, mengunyah dan menelan secara perlahan dapat mengurangi zat karsinogenik. Yang Li, profesor dari Akademi Pengobatan Tradisional Tiongkok, mengatakan bahwa air liur manusia mengandung peroksidase, katalase dan vitamin C, yang tidak hanya memiliki efek antioksidan, tetapi juga dapat menguraikan zat karsinogenik ke dalam rongga mulut, sehingga secara efektif dapat mengurangi kejadian kanker. Penelitian di Amerika telah mengkonfirmasi bahwa ketika senyawa nitrit, aflatoksin, dan karsinogen kuat lainnya bertemu dengan air liur, mutagenisitas sel akan hilang sepenuhnya dalam waktu 30 detik. Dari sudut pandang ini, kecepatan makan tidak boleh terlalu cepat, mengunyah dan menelan perlahan membantu air liur memainkan efek anti-kanker, seteguk makanan yang dikunyah 30 kali dan kemudian menelan yang terbaik. 2. Hilangkan suhu tinggi untuk mencegah kanker kerongkongan. Xun Xiaolin menunjukkan bahwa orang yang makan terlalu cepat dan terlalu cepat cenderung makan terlalu panas, dan seiring berjalannya waktu, rangsangan dari makanan bersuhu tinggi akan membuat mukosa mulut, kerongkongan, dan mukosa lambung sering pecah, bahkan memborok dan berdarah, sehingga memicu terjadinya kanker. Data menunjukkan bahwa di antara pasien kanker kerongkongan, mereka yang biasanya lebih menyukai makanan panas dan minuman panas mencapai lebih dari 90%. Oleh karena itu, kita harus memperlambat makan, menunggu makanan sedikit dingin, sebaiknya sekitar 40 derajat Celcius sebelum makan. 3, mengontrol jumlah makanan juga dapat mencegah kanker. “Hanya dengan makan perlahan-lahan, Anda bisa merasakan rasa lapar mereda dan perut Anda berangsur-angsur terisi, lalu letakkan sumpit Anda pada waktu yang tepat untuk memastikan Anda kenyang selama tujuh menit.” Fan Zhihong, seorang profesor di School of Food Science and Nutritional Engineering di China Agricultural University, mengatakan bahwa jika Anda melihat makanan sebagai makanan yang harus dilahap habis, sering kali Anda akan makan berlebihan, sehingga menimbulkan tekanan pencernaan yang besar pada lambung dan usus. Penelitian di Jepang menunjukkan bahwa selalu makan terlalu kenyang, akan mengurangi kemampuan untuk menghambat aktivitas faktor kanker sel, sehingga meningkatkan risiko kanker. Oleh karena itu, ketika makan, mematuhi prinsip “lambat” pada pencegahan kanker sangat bermanfaat.