Tindakan pencegahan untuk pasien dengan purpura

  Sebagian besar purpura alergi terjadi pada anak-anak antara usia 3 dan 14 tahun dan sebagian besar dipicu oleh berbagai bakteri patogen seperti virus yang menyebabkan disfungsi autoimun diikuti oleh tungau debu, serbuk sari, makanan laut dan bahan kimia. Selain itu, ada juga hubungan antara timbulnya penyakit dengan musim dan makanan yang tersedia pada musim tersebut. Oleh karena itu, banyak anak yang ditemukan memiliki riwayat pilek dan flu sebelum timbulnya penyakit ini, serta acara musim semi dan musim panas. Serangan alergi purpura yang berulang-ulang dapat secara bertahap menumpuk di organ lain, terutama ginjal, sehingga penting bagi anak-anak untuk didiagnosis dan diobati sedini mungkin. Diagnosis purpura alergi tidaklah sulit dengan kemajuan teknologi medis dan lingkungan. Di satu sisi, penting untuk mengikuti petunjuk dokter dan menggunakan obat, tetapi di sisi lain, penting juga untuk merawat anak selama pengobatan.  (1) Perhatikan perubahan cuaca, hindari terkena flu dan pilek, hindari pergi ke tempat orang berkumpul untuk mencegah infeksi; (2) Perhatikan istirahat, hindari aktivitas tegang dan olahraga; (3) Hindari kontak dengan hewan peliharaan. (3) Hindari kontak dengan hewan peliharaan, jangan melakukan vaksinasi selama satu tahun; (4) Makanlah makanan bebas protein dan hindari daging, telur, susu, ikan dan udang. Hindari protein hewani seperti daging, telur, susu, ikan dan udang. Makanlah makanan yang mudah dicerna, tidak ada makanan dingin atau mentah, tidak ada makanan ringan atau minuman. Secara bertahap tingkatkan dan lanjutkan diet normal di bawah bimbingan dokter setelah kondisinya stabil.  (1) Anak-anak yang mengonsumsi hormon harus dipantau tekanan darahnya. Dosis hormon tidak boleh dikurangi atau dihentikan sendiri, tetapi harus disesuaikan di bawah bimbingan dokter. (3) Purpura alergi adalah penyakit autoimun dengan keterlibatan banyak organ dan perjalanan penyakit yang berulang. Penyebab penyakit ini terkait dengan infeksi, diet dan lingkungan.