Perkembangan bicara yang tertunda dapat direhabilitasi melalui pelatihan perhatian, pelatihan sikap komunikasi, pelatihan sosial, dan pengobatan gangguan bicara afektif.
1. Pelatihan perhatian: terutama melalui penggunaan berbagai mainan edukatif, seperti permainan grafis, permainan pengenalan warna, permainan mencari, dll., yang secara efektif dapat melatih ketangkasan mata dan tangan anak.
2. Pelatihan sikap komunikasi: terutama melalui permainan kontak dan komunikasi dialog untuk melengkapi transmisi informasi dan pertukaran ide.
3. Pelatihan sosial: Anak-anak harus diizinkan untuk mengucapkan lebih banyak kalimat pendek, twister lidah, membacakan puisi dan menyanyikan lagu untuk mencapai tujuan rehabilitasi bahasa. Mereka juga harus lebih banyak berinteraksi dengan orang lain dan berkomunikasi dengan mereka, sehingga mereka dapat memiliki pelatihan sosial yang baik.
4. Mempengaruhi pengobatan penyakit wicara: Umumnya, karena alasan bawaan atau didapat, pasien mengalami gangguan pendengaran, keterbelakangan mental, dan manifestasi lainnya. Melalui penggunaan alat bantu dengar, pelatihan bicara intensif, pengobatan simtomatik dan metode lainnya, dapat membantu pasien meningkatkan fungsi bicara.
Dianjurkan agar pasien dengan perkembangan bicara yang tertunda harus berkonsultasi dengan dokter tepat waktu dan di bawah bimbingan dokter profesional, untuk mendapatkan efek rehabilitasi terbaik dan menghindari konsekuensi yang merugikan.