Apa saja manifestasi klinis adenoma tiroid?

  Adenoma tiroid adalah tumor jinak yang paling umum dari kelenjar tiroid. Mereka dapat diklasifikasikan secara morfologis sebagai folikel.  Ada dua jenis adenoma: adenoma kistik folikuler dan papiler. Adenoma folikular lebih umum dan dikelilingi oleh amplop yang utuh. Adenoma kistik papiler jarang terjadi dan sering tidak mudah dibedakan dari adenokarsinoma papiler dan harus diperhatikan pada saat diagnosis. Hal ini paling sering terlihat pada wanita di bawah usia 40 tahun.  Presentasi klinisnya adalah nodul bulat atau oval di leher, kebanyakan soliter. Sedikit keras, permukaannya halus, tidak ada nyeri tekan dan bergerak naik turun dengan menelan. Sebagian besar pasien tidak memiliki gejala. Pertumbuhan adenoma lambat? Perlahan-lahan. Apabila adenoma kistik papiler mengalami perdarahan intrakapsular akibat pecahnya pembuluh darah di dinding kista, tumor dapat membesar dengan cepat dalam waktu singkat, mengakibatkan pembengkakan dan nyeri lokal.  Adenoma tiroid secara klinis sulit dibedakan dari nodul soliter gondok nodular. Secara histologis, adenoma memiliki amplop yang utuh dengan jaringan normal di sekitarnya dan dibatasi dengan jelas, sedangkan amplop nodul soliter pada gondok nodular seringkali tidak lengkap.  Pengobatan adenoma tiroid harus dilakukan sejak dini karena berpotensi menyebabkan hipertiroidisme (sekitar 20% kejadian) dan keganasan (sekitar 10% kejadian), sehingga sebagian besar kelenjar tiroid yang terkena, termasuk adenoma, atau sebagiannya (adenoma kecil) harus diangkat. Spesimen yang dieksisi harus segera diperiksa dengan bagian beku untuk menentukan apakah ada keganasan.