Analisis air mani adalah tes penting dalam pengobatan pria dan sangat penting untuk gangguan reproduksi atau bagi mereka yang mungkin memiliki kualitas sperma yang tidak normal karena penyakit lain, serta untuk pengujian pra-kesuburan. Tes ini memberikan pemahaman tentang kualitas sperma, jumlah dan fungsi sperma, serta status fungsional sistem reproduksi pria dan organ-organ endokrin yang terkait. Agar analisis air mani menjadi berharga, hasilnya haruslah otentik, objektif dan ilmiah, dan hal ini bergantung pada penanganan yang tepat dan benar. Pertama, lamanya pantang dapat memiliki dampak yang signifikan pada hasil analisis semen secara keseluruhan, dan merupakan prasyarat penting untuk hasil analisis semen yang benar dan obyektif; meskipun penelitian telah menunjukkan bahwa frekuensi ejakulasi tidak berkorelasi dengan kepadatan sperma dan kelangsungan hidup sperma, namun berkorelasi dengan volume semen (volume yang mencerminkan kapasitas sekresi kelenjar) dan jumlah sperma total (yang mencerminkan status spermatogenik testis dan paten sistem duktus post-testicular). Persyaratan klinis umumnya mengharuskan 3-7 hari berpantang (termasuk masturbasi, hubungan seksual, dan pengeluaran air mani) sebelum pengambilan spesimen. Pada saat yang sama, spesimen air mani harus dikumpulkan dengan periode pantang yang sama, misalnya 5 hari sebelum pengambilan air mani pertama, dan sebaiknya 5 hari setelahnya. Kedua, analisis air mani harus dilakukan dalam kondisi fisik terbaik dalam waktu dekat untuk menghindari penyakit sistemik dan kebiasaan gaya hidup yang buruk yang dapat mempengaruhi kualitas sperma dalam jangka pendek dan mempengaruhi diagnosis infertilitas. Ketiga, metode pengumpulan sperma yang terbaik adalah dengan masturbasi. Jika ada kesulitan, alat ekstraktor sperma dapat digunakan untuk mengumpulkan sperma. Hubungan seksual yang terputus-putus dilarang karena metode ini akan menyebabkan hilangnya bagian depan air mani, yang memiliki kepadatan sperma tertinggi. Air mani tidak boleh ditampung dengan kondom lateks atau kondom plastik biasa, karena hal ini dapat mempengaruhi kualitas sperma. Keempat, spesimen air mani harus dikumpulkan secara utuh, yaitu air mani yang diejakulasikan dikumpulkan secara lengkap di dalam kotak spesimen tanpa tumpah. Kelima, suhu spesimen air mani harus dipertahankan pada suhu 25°C-35°C setelah dikumpulkan untuk disimpan di laboratorium atau selama pemindahan. Jika waktu pengangkutan terlalu lama (lebih dari 2 jam), atau jika terjadi kebocoran pada wadah semen, maka spesimen tersebut tidak dapat dianalisis semennya. Keenam, spesimen harus dikumpulkan di lingkungan yang hangat, nyaman dan santai untuk memastikan proses pengumpulan sperma yang lancar. Ketujuh, analisis air mani dipengaruhi oleh sejumlah faktor dan penilaian tidak boleh dibuat berdasarkan satu hasil air mani saja, tetapi umumnya harus diulang dengan jarak 1-2 minggu.