Dengan kemajuan ilmu pengetahuan, USG 4D sekarang menjadi sarana yang sangat diperlukan untuk melakukan skrining setelah seseorang hamil. Dibandingkan dengan USG tradisional, USG 4D memberikan gambaran yang lebih jelas dan lebih akurat tentang permukaan janin, memperlihatkan gambar bergerak secara real-time dari bayi yang belum lahir. Durasi USG 4D juga bervariasi dari satu orang ke orang lain dan dapat ditentukan sesuai dengan kebutuhan individu. Misalnya, sebelum usia kehamilan 12 minggu, USG 4D umumnya tidak disarankan untuk alasan keamanan. Setelah 16 minggu kehamilan, anggota tubuh dan organ utama bayi sudah matang dan jumlah cairan ketuban pada saat ini relatif tinggi, yang cocok bagi bayi untuk bergerak di dalam rahim dan memfasilitasi pemeriksaan yang lebih visual terhadap perkembangan bayi. Oleh karena itu, antara 16 minggu dan 24 minggu adalah waktu terbaik untuk melakukan USG 4D untuk mendeteksi perkembangan bayi. Untuk mengesampingkan cacat eksternal pada bayi, USG 4D juga dapat dilakukan pada akhir kehamilan untuk mengamati bentuk bagian tertentu dari bayi. Singkatnya, waktu USG 4D selama kehamilan tergantung pada keadaan tertentu. USG 4D dapat mengamati secara visual penampilan dan perkembangan anggota tubuh bayi, dan dapat mendeteksi kelainan perkembangan yang halus pada janin pada waktunya.