Hipospadia berasal dari kata Yunani hypospadias, yang merupakan kombinasi dari kata di bawah dan sumbing. Menurut dokter Romawi Vine, kelainan uretra ini pertama kali dideskripsikan dan dinamai oleh Grimm pada abad ke-2 Masehi. Ketika janin mencapai usia 6 minggu, nodul genital muncul, yang merupakan pangkal kelenjar laki-laki dan klitoris perempuan. Di bawah nodul genital, sepasang lipatan uretra paralel lahir, di antaranya terbentuk alur uretra, dan di samping dinding setiap lipatan terdapat pembengkakan labia skrotum, yang akan membentuk labia majora wanita atau skrotum pria. Pada janin laki-laki, pada 8-10 minggu, lipatan uretra melintasi alur uretra dan secara bertahap sumbing suburetra.