Cedera benda asing okular: cedera ini diklasifikasikan sebagai benda asing ekstraokular dan benda asing intraokular. Dari semua itu, benda asing intraokular merupakan kelas trauma okular yang sangat membahayakan penglihatan. Respons intraokular bergantung pada komposisi kimiawi benda asing, lokasinya, dan ada tidaknya infeksi. Jika benda asing tersebut merupakan benda asing steril yang tidak aktif seperti pasir, batu kecil, kaca, porselen, dan lain-lain, reaksinya akan ringan, sedangkan pada benda asing yang terbuat dari logam, seperti tembaga dan besi, akan sangat toksik; sedangkan pada aluminium dan seng, reaksinya ringan dan dapat dibungkus. Setelah pasien datang, dokter akan melakukan pemeriksaan yang teliti. Luka akibat benda asing intraokular biasanya ditemukan di permukaan mata, tetapi ada juga luka yang tersembunyi. Pemeriksaan sinar-X, USG mata, dan CT scan dapat dilakukan, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Sebagai pengingat, MRI tidak dapat digunakan untuk pemeriksaan benda asing bermagnet logam. Benda asing dalam mata biasanya harus diangkat melalui pembedahan pada tahap awal. Metode pembedahan tergantung pada lokasi benda asing, daya tariknya, apakah benda asing tersebut dapat dilihat, apakah benda asing tersebut terbungkus dalam jaringan, dan apakah infeksi pada mata serius atau ada komplikasi lainnya.