Cegukan pada bayi disebabkan oleh penyebab tertentu, seperti iritasi pada diafragma atau udara berlebih di perut, dan biasanya tidak terlalu sering terjadi. Cegukan juga lebih sering terjadi pada bayi dan anak kecil yang diafragmanya belum berkembang dengan baik. Sebagai contoh, cegukan dapat terjadi ketika bayi tiba-tiba menghirup udara yang lebih dingin, yang merangsang diafragma berkontraksi dan kejang. Hal ini dapat diatasi dengan menjauhkan bayi dari tempat yang dingin, meningkatkan suhu ruangan, dan menjaga bayi tetap hangat. Penyebab lain cegukan pada bayi adalah ketika mereka minum susu dengan posisi yang tidak tepat, menghirup banyak udara, dan makan berlebihan. Menepuk-nepuk punggung dapat digunakan untuk meredakan cegukan, yang biasanya berhenti setelah kelebihan gas dikeluarkan dari perut. Beberapa bayi mungkin juga mengalami cegukan karena alergi terhadap bahan-bahan tertentu dalam susu formula seperti protein susu, suatu kondisi yang biasanya melibatkan cegukan yang sering terjadi setelah minum susu. Untuk bayi-bayi ini, mungkin perlu berkonsultasi dengan dokter dan memilih susu formula khusus yang hipoalergenik. Cegukan relatif normal dan dapat diatasi dengan beberapa cara, biasanya karena udara dingin atau alergi terhadap zat tertentu.