Metode pencitraan klinis payudara yang umum termasuk USG payudara, mammogram (target molibdenum), dan MRI. USG payudara USG bebas radiasi, aman, dan dapat diandalkan, dan dapat dilakukan bahkan pada wanita hamil; USG lebih disukai untuk wanita di bawah usia 35 tahun. Wanita muda sering kali menunjukkan bayangan yang pekat dan kurangnya kontras pada seluruh payudara karena padatnya kelenjar dan banyaknya jaringan fibrosa. Oleh karena itu, nilai mamografi sebagai tes skrining untuk wanita yang berusia di bawah 35 tahun tidak sebesar untuk wanita yang berusia di atas 35 tahun. Fibroadenoma, tumor lobular, kista, dan hiperplasia lobular lebih sering terjadi pada wanita yang lebih muda daripada kanker payudara. Ultrasonografi tidak hanya menunjukkan penyakit payudara ini dengan lebih jelas daripada mamografi, tetapi juga mengidentifikasi sebagian besar tumor jinak dan ganas. Oleh karena itu, untuk wanita muda di bawah 35 tahun, USG payudara dapat digunakan sebagai pilihan pertama metode skrining. 2 . Mammogram Mulai dari usia 40 tahun, pemeriksaan mammogram tahunan. Pemeriksaan fisik saat ini, pemeriksaan fisik saja tidak cukup untuk mendeteksi semua penyakit payudara, terutama tumor payudara yang masih dini. Saat ini telah diakui secara internasional bahwa mamografi adalah cara yang paling efektif untuk skrining payudara. Eropa dan Amerika Serikat telah menggunakan Mammogram X-ray selama beberapa dekade, dan menemukan bahwa pemeriksaan ini memiliki akurasi diagnostik yang tinggi, dan dapat mengamati tumor payudara dini yang tidak dapat disentuh secara klinis, dan tingkat diagnosis dini mencapai 85%. Oleh karena itu, para ahli di Amerika menyarankan agar wanita pada usia 40 tahun mulai melakukan mammogram setahun sekali, dan 1~2 tahun sekali setelah usia 60 tahun. Untuk kelompok risiko tinggi kanker payudara, seperti riwayat keluarga, lesi pra-kanker payudara, dan wanita yang menerima radiasi selama masa remajanya, usia memulai pemeriksaan mamografi dapat dimajukan secara tepat, dan waktu antara pemeriksaan harus dikonsultasikan dengan spesialis. 3 . Pencitraan Resonansi Magnetik (MRI) juga merupakan metode diagnostik payudara yang sangat akurat (spesifisitas tinggi). Namun, metode ini lebih mahal dan memakan waktu. Umumnya direkomendasikan untuk wanita muda dengan riwayat keluarga yang memiliki riwayat kanker payudara yang signifikan (dua atau lebih anggota keluarga dekat yang mengidap kanker payudara), dan untuk evaluasi pra-operasi operasi pengangkatan payudara.