Rahang yang terkilir secara klinis dikenal sebagai dislokasi sendi temporomandibular, yaitu suatu kondisi di mana kondilus terlepas dari soket sendi di luar batas normal pergerakan sendi dan tidak dapat kembali ke posisi semula dengan sendirinya. Untuk menentukan apakah dislokasi TMJ telah terjadi, diagnosis dapat ditegakkan berdasarkan penyebab dislokasi, pemeriksaan fisik, dan gejala klinis. Ketika TMJ mengalami dislokasi, kondilus yang mengalami dislokasi sebagian besar terjebak di bagian depan dan bawah tuberositas artikular, yang sulit untuk dipasang kembali dengan sendirinya, dan gigi rahang atas dan bawah sulit untuk menggigit bersama secara normal, dan kapsul sendi serta ligamen sendi di sisi dislokasi mengalami peregangan yang berlebihan, yang mengakibatkan nyeri lokal yang jelas. Dengan berlanjutnya dislokasi, otot-otot pengunyahan yang melekat pada mandibula akan mengalami berbagai tingkat kejang, jaringan lunak di sekitar sendi akan membengkak dan rasa sakit secara bertahap meningkat. II. Penilaian berdasarkan pemeriksaan fisik dan riwayat medis Ada beberapa faktor pencetus tertentu yang menyebabkan dislokasi TMJ, terutama dislokasi yang terjadi akibat membuka mulut secara tiba-tiba atau membuka mulut secara berlebihan, seperti pemeriksaan orofaring atau menjalani operasi atau perawatan gigi; melonggarnya kapsul sendi dan ligamen sendi, kebiasaan gerakan rahang yang berlebihan, dll. Dengan mengambil riwayat dan melakukan pemeriksaan gigi secara mendetail, biasanya tanpa memerlukan rontgen, dislokasi unilateral atau bilateral dapat diidentifikasi dan ditangani dengan tepat.