Beberapa pasien selalu merasa sulit untuk membuka mulut saat makan atau berbicara, dan mengunyah terasa menyakitkan. Setelah diperiksa oleh dokter, diagnosisnya adalah sindrom disfungsi sendi temporomandibular. Ada banyak penyebab dari gangguan ini. Beberapa pasien mengalami pukulan pada sendi rahang sebelum timbulnya penyakit, trauma saat mengunyah, menguap dengan bukaan yang terlalu besar dan rangsangan dingin; beberapa pasien memiliki kebiasaan mengunyah yang buruk; beberapa pasien mengatupkan giginya atau suka makan makanan yang keras saat gugup di tempat kerja dan menggemeretakkan giginya di malam hari. Semua ini mengganggu keseimbangan antara jaringan-jaringan pada sendi. Gangguan sendi temporomandibular terutama ditandai dengan rasa sakit dan nyeri pada area sendi temporomandibular (sering kali berkaitan erat dengan gerakan rahang, mengunyah dan berbicara), bunyi letupan saat bergerak (terutama saat membuka mulut), pembukaan mulut yang terbatas, dan kelemahan dalam mengunyah. Pada kasus yang parah, pasien hanya dapat membuka mulut sedikit dan tidak dapat makan makanan padat, hanya makanan cair. Beberapa pasien juga mengalami pusing, tinnitus dan kesulitan mendengar. Sebagian besar mengalami disfungsi sendi dan prognosis yang baik. Ada banyak cara untuk mengobati kondisi ini, tindakan pengobatan spesifiknya adalah: 1, koreksi hubungan oklusal dengan pemeriksaan dan perawatan spesialis gigi. 2. Terapi akupunktur dengan titik-titik utama sebagai berikut: Shimonoseki, Gong Pendengaran, Katarak, Mobil Pipi, dan titik-titik pendukung: Hegu dan Matahari. 3 . Terapi penutupan: Deksametason 5mg ditambah 2% lidokain 1ml untuk penutupan lokal. 4 . Fisioterapi lokal dengan gelombang ultra pendek dan lampu ajaib. 5 . Obat-obatan Cina oral, seperti Tablet Darah Shujin Shuo, Xiaohuoluo Wan, Dahuoluo Wan. Saat mengobati, perbaiki kebiasaan buruk (misalnya mengunyah sepihak) dan cegah membuka mulut secara berlebihan, dll. Tindakan pencegahan hidup: (1) Pada prinsipnya, pola makan tidak boleh dibatasi, tetapi hindari menggigit dan mengunyah makanan mentah, dingin, dan keras. (2) Hilangkan ketegangan mental dan pertahankan kondisi mental yang optimis, santai, dan berpikiran terbuka. Perhatikan kombinasi kerja dan istirahat, dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan budaya dan olahraga. (3) Jangan membiasakan diri untuk mengatupkan gigi saat gugup di tempat kerja. (4) Jangan membuka mulut lebar-lebar dan perhatikan untuk melindungi sendi rahang saat menguap. (5) Perhatikan untuk menjaga kehangatan wajah Anda di musim dingin.