Apa yang menyebabkan dada terasa sesak?

Pasien dengan sesak dada secara subyektif merasa bahwa mereka tidak memiliki cukup napas atau mereka berjuang untuk bernapas, dan pada kasus yang parah mereka mengangkat benda berat yang menekan dada mereka. Sesak dada bisa jadi merupakan salah satu gejala awal dari suatu penyakit, atau bisa juga merupakan manifestasi fungsional dari organ tubuh. Jika gejala sesak dada muncul, Anda harus segera ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan guna menentukan penyebab sesak dada. 1, gejala sesak dada fungsional: Pasien tinggal lama di ruangan dengan pintu dan jendela tertutup dan sirkulasi udara yang buruk, atau mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan, atau bahkan mengalami perselisihan atau pertengkaran verbal dengan orang lain, atau berada dalam iklim dengan tekanan udara rendah, sering kali menimbulkan rasa sesak dada dan kelelahan. Setelah beristirahat sejenak, membuka jendela atau pergi ke luar untuk menghirup udara segar, menenangkan pikiran dan mengatur emosi, Anda akan segera dapat kembali normal. Jenis sesak dada ini dapat dikatakan sebagai sesak dada fungsional, tidak perlu gugup dan tidak perlu perawatan. 2, gejala sesak dada patologis: sesak dada patologis (yaitu sesak dada dengan lesi organik): sesak dada tidak hanya bersifat fisiologis, tetapi juga disebabkan oleh penyakit pada organ tubuh tertentu, yaitu sesak dada patologis. Sebagai contoh: 1. Obstruksi saluran pernapasan: tumor trakeobronkial, stenosis trakea, tekanan eksternal pada trakea (gondok, tumor mediastinum); 2. Penyakit paru-paru: emfisema, bronkitis, asma, atelektasis, infark paru, pneumotoraks; 3. Penyakit jantung: penyakit jantung kongenital tertentu, penyakit katup jantung reumatik, penyakit jantung koroner, tumor jantung; 4. Lesi pada diafragma: penyakit perluasan diafragma, kelumpuhan diafragma; 5. Metabolisme cairan tubuh dan ketidakseimbangan asam dan basa, dll. Ketidakseimbangan asam-basa, dll. Gejala sesak dada patologis dapat terjadi secara tiba-tiba atau perlahan-lahan. Sebagian besar yang terjadi secara tiba-tiba disebabkan oleh pneumotoraks traumatik akut atau spontan, asma akut, serangan jantung endotrakeal akut, infark paru akut, dll. Sebaliknya, sesak dada yang terjadi secara perlahan, merupakan peningkatan gejala secara bertahap seiring dengan perkembangan penyakit. Pada anak-anak, sesak dada sering kali merupakan indikasi penyakit jantung bawaan atau tumor mediastinum; pada orang muda, sering kali merupakan indikasi pneumotoraks spontan, tumor mediastinum, penyakit katup jantung rematik; pada orang lanjut usia, sering kali merupakan indikasi emfisema, penyakit jantung koroner, dan lain-lain. Jika sesak dada terjadi, Anda harus segera pergi ke rumah sakit untuk menghindari penundaan pengobatan penyakit aslinya. Tes sesak dada meliputi fluoroskopi dada, elektrokardiogram, ekokardiogram, biokimia darah, dan tes lainnya, serta pengukuran fungsi paru-paru, untuk memastikan diagnosis lebih lanjut.