Tujuan Untuk menyelidiki peran pencitraan resonansi magnetik tensor difusi (DTI) dalam memahami pola pertumbuhan tumor pada parenkim otak dan bedah mikro. Metode 41 pasien dengan tumor intra-parenkim dibagi secara acak menjadi 23 kasus pada kelompok kontrol dan 18 kasus pada kelompok studi. Pemeriksaan MRI dan DTI rutin dilakukan sebelum dan sesudah operasi. Semua pasien dioperasi dengan operasi mikroskopis. Pendekatan bedah dipilih berdasarkan gambar yang berbeda pada kedua kelompok. Hasil pembedahan, perubahan pada gambar DTI, dan perubahan neurologis sebelum dan sesudah pembedahan dibandingkan antara kedua kelompok. Hasil: 21 kasus glioblastoma dan 1 kasus ventrikuloblastoma terletak di daerah pusat dan sekitarnya, daerah temporo-oksipital dan lobus temporal dalam, dan DTI sebelum operasi menunjukkan bahwa tumor hanya menggeser ikatan konduksi. Delapan kasus astrositik atau oligodendroglioma terletak di daerah frontal, temporal, parietal dan oksipital, dan DTI pra operasi menunjukkan bahwa saluran konduksi tidak tampak terkilir atau berubah bentuk, dan saluran konduksi yang melewati lokasi tumor terputus, yang mengindikasikan bahwa tumor telah menginvasi dan menghancurkannya. DTI pasca operasi menunjukkan bahwa bundel konduksi rusak pada 5 pasien di kelompok kontrol dan 2 pasien di kelompok studi. Semua pasien dengan kerusakan saluran konduksi memiliki defisit neurologis yang sesuai. Kesimpulan DTI dapat dengan jelas dan andal menunjukkan hubungan antara tumor dan saluran konduksi materi putih, yang sangat membantu dalam menentukan rencana pembedahan, melindungi saluran konduksi fungsional selama operasi dan meningkatkan tingkat reseksi tumor.