Penyebab aborsi spontan setelah 40 hari perkembangan janin yang buruk dapat disebabkan oleh penyebab embrionik, penyebab ibu sendiri, dan penyebab lingkungan. 1. Penyebab embrio: sebagian besar disebabkan oleh kelainan kromosom pada embrio, umumnya disebabkan oleh kelainan struktural atau numerik kromosom, seperti trisomi 13, trisomi 18, trisomi 21, translokasi kromosom yang tidak seimbang, penghapusan dan sebagainya. 2. Alasan dari sang ibu sendiri: (1) Penyakit sistemik: ketika ibu hamil menderita infeksi serius, hipertermia, anemia berat, atau trombofilia, hal ini dapat menyebabkan aborsi spontan. (2) Kelainan endokrin: seperti kombinasi insufisiensi luteal, sindrom ovarium polikistik, hipotiroidisme, hiperprolaktinemia, dan lain-lain, juga dapat menyebabkan aborsi spontan. (3) Fungsi kekebalan tubuh yang tidak normal: seperti kombinasi lupus eritematosus sistemik, sindrom kering, sindrom antifosfolipid, dan penyakit kekebalan tubuh rematik lainnya juga dapat menyebabkan aborsi spontan. 3. Penyebab lingkungan: bila terlalu banyak terpapar formaldehida, benzena, radiasi dan zat kimia lainnya, juga dapat menyebabkan keguguran.