Berapa tingkat nyeri yang setara dengan nyeri kontraksi pada aborsi spontan?

Tidak ada statistik ilmiah yang jelas tentang berapa tingkat kontraksi nyeri yang setara dengan aborsi spontan, tetapi kontraksi tersebut lebih ringan daripada kontraksi setelah persalinan. Ketika seorang wanita melakukan aborsi spontan, kontraksi uterus dapat mendorong keluarnya kantung kehamilan dan pelengkap dari rongga uterus, yang dapat menimbulkan rasa sakit tertentu. Tidak ada statistik ilmiah yang jelas tentang tingkat rasa sakit, dan perlu dinilai berdasarkan toleransi wanita terhadap rasa sakit. Jika toleransi nyeri seorang wanita relatif kuat dan ambang batas rasa sakitnya relatif tinggi, rasa sakit yang disebabkan oleh kontraksi rahim selama aborsi spontan mungkin relatif ringan. Jika seorang wanita memiliki toleransi nyeri yang buruk dan ambang nyeri yang rendah, rasa sakit selama aborsi spontan mungkin lebih terasa. Kontraksi aborsi spontan tidak berlangsung lama dan tidak sekuat rasa sakit kontraksi setelah persalinan, sehingga tidak perlu terlalu banyak beban psikologis. Jika rasa sakit lebih terasa selama aborsi spontan, diperlukan perawatan yang tepat di bawah bimbingan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.