terapi yang ditargetkan secara molekuler

Terapi yang ditargetkan secara molekuler Para peneliti terus berupaya menemukan cara baru untuk mengobati tumor. Dalam beberapa tahun terakhir, para ilmuwan telah berupaya mengembangkan terapi bertarget molekuler baru untuk berbagai jenis tumor, termasuk kanker payudara, kolorektal, dan paru-paru. Mekanisme kerja terapi bertarget berbeda dengan kemoterapi tradisional yang mencari penanda spesifik pada sel kanker atau bekerja pada aspek spesifik yang memengaruhi pertumbuhan sel. Salah satu jenis terapi bertarget, yang digunakan secara khusus pada kanker payudara progresif, hanya menghambat sel kanker payudara yang memproduksi terlalu banyak protein HER2/neu. Sel-sel kanker ini memiliki kecenderungan untuk tumbuh dengan cepat. Terapi ini bekerja dengan mengikat protein HER2/neu (yang merupakan reseptor) pada sel tumor, sehingga menghentikan aktivitas protein HER2/neu dan sel tumor berhenti tumbuh. Terapi ini dapat digunakan dalam kombinasi dengan kemoterapi. Efek samping tertentu yang terkait dengan terapi target termasuk yang berikut ini (tetapi tidak terbatas pada), reaksi alergi, penyakit yang berhubungan dengan jantung, demam, diare, infeksi, menggigil, sering batuk, sakit kepala. Bicarakan dengan dokter Anda tentang efek samping yang mungkin Anda alami dan cara menanganinya. Selalu beritahukan kepada dokter Anda tentang efek samping apa pun.