TUJUAN: Untuk menyelidiki kemanjuran rekonstruksi stabilitas cincin panggul dengan memilih metode pembedahan yang tepat untuk tumor panggul sesuai dengan lokasi terjadinya. METODE: Analisis retrospektif klinis pasca operasi dilakukan pada 8 pasien dengan tumor panggul. Pembagian tumor panggul secara Enneking adalah 5 kasus tumor zona I murni, 1 kasus invasi simultan zona I dan zona II, 1 kasus tumor zona II dengan invasi simultan pada cabang skiatik, dan 1 kasus tumor zona II dengan invasi simultan pada cabang skiatik dan cabang tulang kemaluan. Terdapat 2 kasus kondrosarkoma, 2 kasus histiositoma berserat ganas, 1 kasus osteosarkoma, 1 kasus kista tulang aneurisma, 1 kasus tumor sel raksasa tulang, dan 1 kasus adenokarsinoma metastasis tulang. Setelah reseksi tumor di zona I, dilakukan rekonstruksi bridging dengan tulang iliaka autologus atau tulang allograft, dan reseksi tumor di zona II dilakukan dengan rekonstruksi asetabular, prostesis buatan yang disesuaikan dengan kebutuhan, dan penggantian panggul total. HASIL: Kedelapan pasien ditindaklanjuti setelah operasi selama rata-rata 12 bulan, dan fungsi parsial dari tungkai yang terkena dan stabilitas panggul dapat dipertahankan pada semua kasus. KESIMPULAN: Pilihan rekonstruksi stabilitas panggul yang berbeda setelah reseksi tumor di daerah yang berbeda dapat memaksimalkan pelestarian fungsi anggota tubuh dan meningkatkan kualitas kelangsungan hidup.