ASI masih merupakan sumber nutrisi yang penting bagi bayi dan balita berusia 7 hingga 24 bulan, tetapi ASI saja tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi mereka, sehingga makanan kaya nutrisi lainnya harus diperkenalkan. Pada saat yang sama, perkembangan saluran pencernaan dan organ pencernaan lainnya, serta perkembangan keterampilan sensorik dan perilaku kognitif, mengharuskan bayi memiliki kesempatan untuk mengalami dan beradaptasi dengan berbagai makanan melalui paparan, sensasi, dan eksperimen, dan untuk beralih dari pemberian makan pasif menjadi makan sendiri. Proses ini dimulai pada usia 7 bulan dan selesai pada usia 24 bulan. Kelompok usia ini juga unik karena perilaku pemberian makan orang tua dan pemberi makan memiliki dampak yang signifikan terhadap nutrisi dan perilaku makan mereka. Pemberian makanan yang sesuai dengan kebutuhan bayi dan anak kecil membantu membentuk kebiasaan makan yang sehat dan memiliki dampak jangka panjang dan luas.
Bayi dan anak kecil berusia 7 hingga 24 bulan berada pada tahap ketiga dari jendela kesempatan 1000 hari, dan nutrisi serta pemberian makan yang tepat tidak hanya terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan mereka secara langsung, tetapi juga kesehatan jangka panjang. Mengingat kebutuhan nutrisi dan pemberian makan bayi dan anak usia 7 hingga 24 bulan di China dan masalah yang mungkin timbul, kami mengusulkan pedoman pemberian makan bayi dan anak usia 7 hingga 24 bulan berdasarkan bukti yang tersedia sejauh ini dan dengan mengacu pada rekomendasi yang relevan dari WHO dan lainnya.
Rekomendasi yang disarankan:
1. Lanjutkan pemberian ASI dan tambahkan makanan pendamping ASI sejak usia 6 bulan.
2. Mulailah dengan makanan bubur yang kaya zat besi dan tambahkan secara bertahap untuk mendapatkan variasi makanan.
3. Pemberian makanan yang sesuai dianjurkan, tetapi tidak dipaksakan. <4. Tidak ada bumbu yang ditambahkan ke dalam makanan pendamping ASI dan asupan gula dan garam diminimalkan.
5. Memperhatikan kebersihan makanan dan keamanan makan.
6. Pemantauan indikator fisik secara teratur untuk mengejar pertumbuhan yang sehat. <7. Lanjutkan pemberian ASI dan tambahkan makanan pendamping ASI sejak usia 6 bulan.
ASI terus memberikan sebagian energi, nutrisi penting seperti protein dan kalsium berkualitas baik, dan berbagai faktor pelindung kekebalan tubuh untuk bayi dan anak setelah usia 6 bulan (180 hari kehidupan). Pemberian ASI secara terus menerus juga dapat membantu meningkatkan ikatan yang erat antara ibu dan anak serta mendorong perkembangan bayi dan balita. Oleh karena itu, bayi harus terus disusui dari usia 7 hingga 24 bulan. Ketika menyusui tidak memungkinkan atau tidak mencukupi, susu formula diperlukan sebagai suplemen untuk ASI.
1. Bayi harus terus disusui setelah mencapai usia 6 bulan dan secara bertahap diperkenalkan dengan berbagai jenis makanan.
2. Makanan pendamping ASI adalah makanan dengan berbagai jenis selain ASI dan/atau susu formula.
3. Waktu penambahan makanan pendamping ASI harus disesuaikan di bawah bimbingan dokter bila ada kebutuhan khusus.
4. Bayi dan anak-anak yang tidak dapat disusui atau yang ASI-nya tidak mencukupi harus memilih susu formula sebagai pelengkap ASI.
5. Mulailah dengan makanan bubur yang kaya zat besi dan tambahkan secara bertahap untuk mendapatkan variasi makanan.
Kebutuhan energi bayi dari usia 7 hingga 12 bulan adalah sekitar 1/3 hingga 1/2 dari makanan pendamping ASI, dan kebutuhan energi bayi dari usia 13 hingga 24 bulan adalah sekitar 1/2 hingga 2/3 dari makanan pendamping ASI, dan kebutuhan energi bayi yang mendapat ASI adalah hingga 99% zat besi dari makanan pendamping ASI. Oleh karena itu, makanan pertama yang harus ditambahkan ke dalam makanan bayi haruslah makanan yang kaya zat besi dan berenergi tinggi seperti tepung beras bayi yang diperkaya zat besi dan daging yang dihaluskan. Dari sana, jenis makanan lain yang berbeda secara bertahap diperkenalkan untuk memberikan nutrisi yang berbeda.
Prinsip penambahan makanan pendamping ASI: tambahkan satu makanan baru pada satu waktu, secara bertahap dari yang kecil ke yang besar, dari yang encer ke yang kental, dari yang halus ke yang kasar. Mulailah dengan makanan bubur yang kaya zat besi, seperti tepung beras bayi yang diperkaya zat besi dan daging yang dihaluskan, dan secara bertahap tingkatkan variasi makanan, secara bertahap beralih ke makanan semi-padat atau padat, seperti mie busuk, daging cincang, sayuran cincang, buah potong dadu, dll. Setiap makanan baru yang diperkenalkan harus diaklimatisasi selama 2 hingga 3 hari dan dipantau secara ketat untuk mengetahui reaksi yang merugikan seperti muntah, diare, ruam, dll. Setelah terbiasa dengan satu makanan, makanan baru lainnya harus ditambahkan.
Rekomendasi Utama:
1. Tingkatkan jumlah makanan pendamping ASI secara bertahap seiring dengan berkurangnya jumlah ASI.
2. Tambahkan makanan bubur yang kaya zat besi seperti tepung beras bayi yang diperkaya zat besi dan daging yang dihaluskan terlebih dahulu.
3. Perkenalkan hanya satu makanan baru pada satu waktu, secara bertahap mendiversifikasi makanan.
4. Mulailah dengan makanan yang dihaluskan dan secara bertahap beralih ke makanan padat. <5. Minyak nabati harus ditambahkan dalam jumlah yang sesuai pada makanan pendamping ASI.
6. Promosikan Pemberian Makanan yang Sesuai, Dorong tetapi tidak Memaksa Pemberian Makanan Ringkasan:
Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita, orang tua dan pemberi makanan harus mengikuti kebutuhan bayi dan balita mereka dalam memberikan makanan yang sesuai dengan perubahan kebutuhan nutrisi, persepsi sensorik, dan perkembangan kognitif, perilaku dan motorik mereka, dan membantu mereka secara bertahap untuk mencapai pola makan yang teratur sesuai dengan pola makan keluarga, serta belajar untuk makan sendiri dan mematuhi etika makan yang diperlukan.
Orang tua anak dan staf pemberian makan anak bertanggung jawab atas perkembangan anak.
Orang tua dan staf pemberi makan bertanggung jawab untuk menyediakan beragam makanan yang sesuai dengan tingkat perkembangan bayi dan untuk mengenali serta merespons secara tepat terhadap sinyal lapar atau kenyang selama pemberian makan. Hargai pilihan makanan bayi dan dengan sabar dorong dan bantu bayi untuk makan, tetapi jangan pernah memaksanya.
Orang tua dan pemberi makan juga bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang baik bagi bayi dan balita untuk makan, menjaga lingkungan makan tetap tenang dan menyenangkan, serta menghindari gangguan dari televisi dan mainan. Durasi setiap kali makan harus dibatasi tidak lebih dari 20 menit. Orang tua dan pemberi makan juga harus menjadi teladan yang baik bagi bayi dan balita dalam hal makan.
Rekomendasi Utama:
1. Berikan makan dengan sabar dan doronglah untuk makan, tetapi jangan pernah memaksa.
2. Dorong dan bantu bayi dan balita untuk makan sendiri dan kembangkan minat untuk makan.
3. Jangan menonton televisi atau bermain dengan mainan saat makan, dan jangan menghabiskan waktu lebih dari 20 menit untuk setiap kali makan. <4. Harus ada komunikasi yang cukup antara pemberi makan dan balita saat makan dan tidak ada makanan yang digunakan sebagai hadiah atau hukuman.
5. Orang tua harus mempertahankan kebiasaan makan yang baik dan menjadi teladan bagi bayi dan balita mereka.
6. Makanan pendamping ASI harus disiapkan tanpa bumbu dan asupan gula dan garam harus diminimalkan.
Makanan pendamping ASI harus dipertahankan dalam rasa aslinya, tanpa menambahkan garam, gula, dan bumbu-bumbu yang keras, untuk mempertahankan rasa yang ringan. Makanan dengan rasa yang lebih ringan membantu meningkatkan penerimaan bayi terhadap rasa makanan alami yang berbeda dan mengurangi risiko pilih-pilih makanan. Makanan dengan rasa yang lebih ringan juga dapat mengurangi asupan garam dan gula pada bayi dan anak-anak, sehingga mengurangi risiko obesitas, diabetes, hipertensi, dan penyakit kardiovaskular pada masa kanak-kanak dan dewasa.
Penekanan untuk tidak menambahkan garam, gula dan perasa yang kuat pada makanan pendamping ASI untuk bayi dan anak-anak juga untuk mengingatkan orang tua agar menjaga agar makanan keluarga tetap ringan, baik untuk memenuhi kebutuhan bayi dan anak-anak maupun untuk melindungi kesehatan seluruh keluarga.
Rekomendasi Utama:
1. Makanan pendamping ASI untuk bayi dan anak sebaiknya disiapkan secara terpisah.
2. Pertahankan rasa asli makanan tanpa menambahkan gula, garam, dan berbagai bumbu tambahan.
3. Secara bertahap cobalah makanan keluarga dengan rasa yang lebih ringan setelah usia 1 tahun.
4. Fokus pada kebersihan makanan dan keamanan makan Ringkasan:
Pilihlah makanan yang segar, berkualitas baik, tidak tercemar, dan air bersih untuk menyiapkan makanan pendamping ASI. Cuci tangan sebelum menyiapkan makanan pendamping. Peralatan makan dan tempat untuk menyiapkan makanan pendamping ASI harus dijaga kebersihannya. Makanan pendamping ASI harus dimasak sampai matang. Makanan yang sudah disiapkan harus segera dikonsumsi atau disimpan dengan benar. Cuci tangan sebelum makan dan jaga agar peralatan dan lingkungan makan tetap bersih dan aman.
1. Pilihlah bahan makanan yang aman, berkualitas tinggi, dan segar.
2. Selalu jaga kebersihan dan higienis dalam proses persiapan dan pisahkan makanan mentah dan matang.
3. Jangan makan makanan sisa dan simpan serta buanglah makanan sisa dengan benar. <4. Cuci tangan sebelum makan, minta pengawasan orang dewasa saat makan, dan perhatikan keamanan lingkungan makan. <5. Memantau indikator fisik secara teratur untuk mencapai pertumbuhan yang sehat.
1. Berat dan panjang badan merupakan indikator visual dari status gizi bayi dan anak.
2. Indikator pertumbuhan tubuh seperti panjang, berat badan dan lingkar kepala harus diukur secara teratur setiap 3 bulan.
3. Pertumbuhan yang lancar adalah pola pertumbuhan yang terbaik.