Apakah Anda harus minum antibiotik untuk dahak kuning?

Dahak kuning dalam banyak kasus merupakan hasil dari infeksi bakteri, sehingga diperlukan antibiotik. Jika pasien datang dengan dahak kuning, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut seperti tes darah rutin, protein C-reaktif, kalsitoninogen dan kultur dahak. Jika pasien datang dengan sel darah putih, neutrofil dan persentase neutrofil yang meningkat, serta protein C-reaktif dan kalsitoninogen, diagnosis infeksi bakteri sudah jelas. Kasus ringan dapat diobati dengan amoksisilin oral, sefiksim, azitromisin, dan levofloksasin, sedangkan kasus yang parah dapat diobati dengan terapi anti-infektif dengan sedatif sefoperazone sodium sulbactam, sefdizim, dan sefuroksim. Pasien dengan dahak kuning yang memiliki dahak lengket yang tidak dapat dengan mudah dibatukkan dapat diobati dengan obat ekspektoran seperti aminoglutethimide, eucalyptus citrulline, acetylcysteine, bromhexine, dll.