Apa yang harus saya lakukan jika bayi saya batuk?

  Batuk adalah salah satu aspek yang paling sering terjadi dan bermasalah dalam perawatan harian anak, karena ada banyak penyebab batuk dan pengobatannya harus tepat, jika tidak, batuk tidak akan sembuh tetapi akan menyebabkan batuk kronis atau bahkan asma, dan dapat menyebabkan komplikasi lain yang dapat menyebabkan penyesalan seumur hidup bagi anak dan keluarga. Inilah sebabnya mengapa penting bagi orang tua untuk mengidentifikasi gejala batuk anak mereka dan segera mengobatinya.

  Batuk adalah tindakan tubuh untuk membersihkan benda asing, lendir (dahak) dari paru-paru atau saluran pernapasan bagian atas, atau respons terhadap rangsangan eksternal. Dalam kasus batuk basah (berdahak), batuk bermanfaat karena membantu mengeluarkan lendir dari paru-paru, tenggorokan, atau sinus dan batuk ini biasanya tidak boleh ditekan.

  Seperti halnya demam, batuk bukanlah penyakit itu sendiri, tetapi hanya gejala penyakit. Infeksi, refluks asam, alergi, sinusitis dan batuk rejan, semuanya dapat menyebabkan batuk, meskipun penyebab yang paling umum adalah flu, flu atau pilek.

  I. Bagaimana cara merawat

  1. Tetes peppermint atau permen keras

  Tetes yang mengandung mentol (seperti Throat Opener) dapat sedikit mati rasa dan menekan sakit tenggorokan dan juga membantu meredakan batuk. Namun demikian, mengisap (bukan mengunyah) permen keras dapat mencapai efek yang sama.

  2. Madu

  Anda dapat menaruh satu sendok teh madu dalam air minum anak Anda karena dapat menenangkan sakit tenggorokan dan batuk. Namun demikian, pastikan untuk tidak memberikan madu kepada anak-anak di bawah 1 tahun.

  3. Seteguk air

  Minum air putih sedikit demi sedikit akan menjaga tenggorokan tetap lembab dan nyaman, sehingga meredakan batuk yang disebabkan oleh ketidaknyamanan tenggorokan. Air dapat berupa air putih, susu, minuman, dll. tetapi bukan anggur atau kopi atau jus jeruk karena dapat memperburuk sakit tenggorokan.

  4. Minum cairan panas

  Minum air panas, sup ayam, dll. tidak hanya meredakan sakit tenggorokan, tetapi juga memanaskan saluran pernapasan, sehingga menghancurkan dahak, yang membantu dahak untuk dikeluarkan.

  5. Penekan batuk

  Sering kali anak-anak perlu batuk untuk membuang dahak dari paru-paru dan saluran udara, tetapi jika batuknya begitu parah sehingga mereka tidak bisa tidur atau beristirahat, mereka perlu menekannya. Beberapa obat yang dijual bebas, seperti phlegmolytics, dapat membantu batuk berdahak (phlegmolytics tidak ‘melelehkan’ dahak, tetapi membantu dahak keluar); dan penekan batuk, yang dapat menekan batuk. Namun demikian, harap konsultasikan dengan dokter atau apoteker Anda mengenai obat mana yang akan digunakan.

  6. Mandi air panas dan pelembab udara

  Memandikan anak Anda dengan air panas atau menyalakan humidifier dapat membuat saluran udara lebih lembab. Hal ini membantu meredakan kekeringan dan gatal-gatal pada tenggorokan bayi Anda dan juga membantu meredakan kesulitan bernapas. Demikian pula, ia memiliki efek mengencerkan dahak, yang dapat membantunya untuk terbatuk.

  7. Hindari menghirup udara yang tercemar

  Jika udaranya sangat tercemar, Anda harus menjaga anak Anda di rumah dan menyalakan pembersih udara. Hal ini karena udara yang tercemar dapat mengiritasi saluran udara dan memicu batuk. Dan tentu saja, hentikan orang dewasa merokok di dalam rumah.

  8. Bilas mulut bayi Anda dengan air garam

  Meskipun metode tradisional ini belum terbukti, banyak orang yang telah menggunakannya merasa efektif, yaitu berkumur dengan air garam beberapa kali sehari dapat meredakan sakit tenggorokan dan batuk.

  II. Kapan Anda harus membawa bayi Anda ke dokter

  Seringkali batuk tidak memerlukan obat, Anda hanya perlu bersabar dan menunggu bayi Anda sembuh. Kebanyakan batuk disebabkan oleh virus dan antibiotik tidak efektif pada saat ini. Namun, jika batuk disertai dengan salah satu gejala berikut ini, Anda harus segera membawa anak Anda ke dokter

  1. sesak napas dan kesulitan bernapas

  2. darah dalam dahak atau dahak yang berwarna kuning, coklat atau hijau

  3. Demam, menggigil kedinginan, atau bernapas dalam-dalam disertai nyeri dada.

  4. Sakit tenggorokan yang parah.

  5. Kesulitan dalam menelan.

  6. Bercak putih di tenggorokan atau amandel.

  7. munculnya ruam.