Apa saja kesalahpahaman tentang tes kehamilan?

Pemeriksaan antenatal, yang disebut sebagai pemeriksaan kehamilan, adalah salah satu sumber bagi calon ibu untuk mengetahui status kesehatan bayinya dan merupakan cara yang sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu dan anak. Banyak penelitian telah membuktikan bahwa pemeriksaan kehamilan secara teratur dapat menurunkan angka kematian calon ibu dengan mengetahui sejak awal apakah terdapat kehamilan ektopik, memperbaiki posisi janin, serta mendeteksi dan mengobati komplikasi kehamilan dan komplikasi pada tahap awal. Namun, sebenarnya ada banyak kesalahpahaman tentang pemeriksaan antenatal, yang dapat berbahaya dan bahkan memengaruhi kesehatan ibu dan bayi jika tidak ditangani dengan benar. Apa saja kesalahpahaman umum yang sering ditemui oleh para calon ibu selama pemeriksaan kehamilan? Bagaimana kita harus melihatnya dengan benar? Mari kita bahas. Mitos 1: Anda tidak perlu pergi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan pada tahap awal, cukup gunakan kertas tes kehamilan untuk memastikan kehamilan Anda. Beberapa calon ibu berpikir bahwa mereka tidak perlu melakukan pemeriksaan pada tahap awal, dan bahwa belum terlambat untuk melakukan pemeriksaan kehamilan ketika bayi sudah stabil setelah 3 bulan. Beberapa calon ibu berpikir bahwa tahap awal adalah periode kritis untuk pertumbuhan janin, dan tidak baik untuk melakukan USG, dan mungkin akan mempengaruhi bayi dalam prosesnya. Faktanya, pemikiran ini tidak benar. Penelitian telah menunjukkan bahwa pemeriksaan kehamilan dini adalah kunci untuk menyaring kehamilan berisiko tinggi dan mengurangi angka kematian ibu dan bayi. Oleh karena itu, penting untuk selalu mengingat pentingnya dan perlunya pemeriksaan dini di benak semua calon ibu. Mitos 2: Anda tidak perlu peduli dengan jumlah dan interval pemeriksaan antenatal, lakukan saja kapanpun Anda bisa. Banyak calon ibu yang masih pergi bekerja setelah memiliki bayi dan bekerja saat mereka hamil, sehingga mereka tidak merasa perlu untuk pergi ke pemeriksaan antenatal pada waktu yang tepat yang ditentukan oleh dokter karena masalah waktu, dan mereka juga mengubah jadwal pemeriksaan yang diatur oleh dokter karena berbagai alasan. Ada dasar ilmiah untuk jumlah dan interval pemeriksaan antenatal, dan pemeriksaan rutin dapat memantau pertumbuhan dan perkembangan janin serta kondisi fisiologis calon ibu, sehingga dapat diketahui kondisi kehamilan secara spesifik. Mitos 3: Anda harus pergi ke rumah sakit besar dan dokter spesialis untuk pemeriksaan kehamilan. Inilah yang dipikirkan oleh para ibu dan ayah. Saat ini, semakin banyak keluarga yang hanya dapat memiliki satu anak, jadi jika mereka memiliki bayi, mereka pergi ke rumah sakit terbesar untuk pemeriksaan dan merasa bahwa mereka harus pergi ke dokter yang paling terkenal di rumah sakit. Padahal, hal itu tidak perlu dilakukan, karena rumah sakit besar penuh sesak dan waktu tunggunya sangat lama. Pemeriksaan kehamilan normal dapat dilakukan di rumah sakit spesialis bersalin. Lebih baik bagi calon ibu untuk melakukan pemeriksaan kehamilan di rumah sakit yang sama sehingga dokter dapat memiliki gambaran lengkap tentang kondisinya, yang akan lebih baik. Mitos 4: Akhiri kehamilan jika hasil USG menunjukkan adanya kelainan pada janin. Dalam praktik klinis, ketika USG menunjukkan adanya kelainan pada janin, apa pun itu, calon ibu akan bertanya: apakah ia masih bisa melahirkan? Ada banyak orang yang berpikir bahwa jika USG menunjukkan adanya kelainan janin, maka kehamilan harus diakhiri. Faktanya, ini tidak benar. Keputusan untuk mengakhiri kehamilan tergantung pada jenis malformasi. Beberapa kelainan morfologi, seperti harelip, jari ekstra, atau cacat eksternal yang tidak dikombinasikan dengan kelainan kromosom lainnya, tidak berdampak banyak pada kehidupan bayi dan beberapa cacat dapat diobati dengan pembedahan. Jika USG menunjukkan adanya malformasi yang parah, seperti anensefali, tonjolan otak yang signifikan, spina bifida, cacat dinding torakoabdomen, organ dalam yang menonjol, kelainan tulang rawan yang fatal, dan lain-lain, maka kehamilan mungkin perlu diakhiri. Namun, setiap kasus sedikit berbeda dan harus dianalisis berdasarkan kemampuannya masing-masing. Mitos 5: Ultrasonografi harus dilakukan secukupnya, tidak baik untuk bayi. Beberapa calon ibu percaya bahwa USG memiliki radiasi dan dapat berbahaya bagi bayi. Faktanya, USG sama dengan gelombang suara yang biasa kita gunakan untuk berbicara. USG tidak mempengaruhi tubuh manusia, sehingga digunakan di dalam rumah sakit. Hal ini membuktikan bahwa tindakan ini aman dan tidak ada radiasi pengion atau radiasi elektromagnetik.