Biopsi serviks adalah metode skrining ginekologi yang umum digunakan untuk kanker serviks, dan saat ini digunakan secara klinis untuk skrining dan pencegahan kanker serviks. Hasil biopsi serviks secara garis besar dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori berikut: Pertama, tidak ada perubahan abnormal. Pertama, tidak ada perubahan abnormal. Hasil semacam ini menunjukkan bahwa serviks pasien dalam keadaan normal dan tidak memerlukan perawatan atau terapi khusus. Perubahan inflamasi pada serviks. Perubahan inflamasi pada serviks dapat disertai dengan servisitis kronis. Dalam hal ini, pasien dianjurkan untuk diberikan supositoria vagina untuk pengobatan. Dalam hal ini, pasien dianjurkan untuk menggunakan supositoria vagina untuk pengobatan, yang akan memiliki efek anti-inflamasi. Ketiga, lesi prakanker serviks. Lesi pra-kanker serviks dapat dibagi lagi menjadi Grade I, Grade II dan Grade III. Dokter akan menerapkan rencana pengobatan yang berbeda sesuai dengan tingkat lesi prakanker serviks yang berbeda. Tujuan pengobatan adalah untuk mencegah perkembangan kanker serviks. Pembedahan diperlukan bila diperlukan. Keempat, kanker serviks. Kanker serviks dapat diklasifikasikan lebih lanjut menjadi karsinoma sel skuamosa serviks dan adenokarsinoma serviks. Salah satu dari hasil ini mengharuskan pasien pergi ke rumah sakit untuk perawatan bedah sedini mungkin. Jika waktu untuk pembedahan tidak memungkinkan, maka radioterapi dapat dilakukan terlebih dahulu. Singkatnya, hasil biopsi serviks dibagi menjadi empat kategori, dan rencana perawatan yang berbeda perlu dirumuskan sesuai dengan hasil pemeriksaan yang berbeda.