Apakah kesehatan fisik berhubungan dengan kondisi mental? Kesehatan bukan hanya tentang kesehatan fisik, tetapi juga tentang kesehatan mental dan penyesuaian sosial yang baik. Kesehatan fisik mengacu pada tidak adanya perubahan patologis dalam tubuh manusia. Kesehatan mental berarti bahwa individu beradaptasi dengan lingkungan secara koheren, mempertahankan kondisi fungsi psikologis yang baik, kondisi kognisi yang positif, reaksi emosional, perilaku yang sesuai dengan kehendak, dan kemampuan untuk mempertahankan regulasi yang normal. Kondisi psikologis terutama mengacu pada keadaan emosional seseorang, bagaimana hubungannya dengan kesehatan fisik? Suasana hati yang baik dapat menjaga kesehatan fisik dan mental seseorang. Jika suasana hati tertekan, mudah tersinggung, takut, atau cemas, hal ini dapat menyebabkan penyakit psikofisiologis seperti hipertensi, diabetes, jantung koroner, tukak lambung, kanker, dan lain-lain. Bagi orang yang sudah menderita penyakit tertentu, hal ini dapat memperparah gangguan fisiologis, mempercepat resistensi terhadap penyakit dan memperparah atau memperburuk penyakit yang sudah ada. Suasana hati yang buruk yang terus-menerus sering kali membuat beberapa orang mencari cara yang salah untuk mengatasinya, seperti minum alkohol secara berlebihan dan kronis: seiring berjalannya waktu, hal ini dapat menyebabkan ketergantungan alkohol atau alkoholisme yang mengakibatkan perubahan kepribadian, berkurangnya kecerdasan atau gejala kejiwaan tertentu, atau bahkan bunuh diri, impulsif, cedera, pengrusakan harta benda, atau perilaku melanggar hukum. Hal ini juga dapat menyebabkan makan berlebihan: menyebabkan gangguan endokrin dan membuat seseorang mati rasa melalui kecanduan narkoba, yang lama kelamaan dapat menyebabkan sindrom kecanduan narkoba. Suasana hati yang buruk tidak hanya memengaruhi kualitas hidup, yang mengarah pada ketegangan antarpribadi atau memburuknya konflik keluarga atau putusnya perkawinan, tetapi bagi anak-anak yang sedang tumbuh yang tinggal di lingkungan yang tertekan secara tidak sadar dapat memengaruhi perkembangan emosi mereka yang sehat dan bahkan mengarah pada perilaku buruk atau gangguan kepribadian. Sebaliknya, penyakit fisik juga dapat menghasilkan emosi negatif. Oleh karena itu, kesehatan fisik dan kondisi psikologis sangat erat kaitannya dan memiliki pengaruh timbal balik serta saling memperkuat.