Enam alasan mengapa bayi menggemeretakkan gigi di tempat tidur dan apa yang harus dilakukan

I. Parasit usus, cacing gelang dalam perut. Cacing gelang parasit hidup di usus kecil anak dan tidak hanya merampas nutrisi, tetapi juga mengiritasi dinding usus, mengeluarkan racun, dan menyebabkan gangguan pencernaan. Perut anak sering terasa sakit yang samar-samar, yang dapat menyebabkan insomnia, lekas marah, dan menggemeretakkan gigi di malam hari. Selain itu, cacing kremi juga dapat menyebabkan gigi bergemeretak. Cacing kremi biasanya ditemukan di usus besar manusia, dan setelah anak tertidur, cacing ini merayap ke lubang anus untuk bertelur, menyebabkan gatal-gatal pada anus dan membuat anak tidur dengan gelisah serta menggemeretakkan gigi. Strategi: Berikan obat cacing pada anak Anda. Latihlah kebiasaan kebersihan yang baik secara berkala. Kedua, makan berlebihan saat makan malam. Makan terlalu banyak saat makan malam atau menambahkan makanan sebelum tidur tidak hanya mempengaruhi penyerapan nutrisi, tetapi juga meningkatkan beban pada saluran pencernaan. Karena ketika Anda pergi tidur, saluran pencernaan masih menumpuk banyak makanan yang tidak tercerna, seluruh sistem pencernaan harus “bekerja semalaman”, bekerja terus menerus, bahkan otot-otot mengunyah dimobilisasi, kontraksi yang tidak disengaja, menyebabkan gigi bergemeretak. Strategi: Jangan biarkan anak Anda makan terlalu banyak sebelum tidur, tetapi tinggallah sebentar setelah makan sebelum menidurkannya. Ketiga, kekurangan vitamin D. Anak yang menderita rakhitis, karena gangguan metabolisme kalsium dan fosfor dalam tubuh, akan menyebabkan pengapuran tulang, nyeri otot dan nyeri sendi serta gangguan saraf, sering kali disertai dengan keringat berlebih, teror malam, gelisah dan menggeretakkan gigi di malam hari. Strategi penanggulangan: di bawah bimbingan dokter untuk memberikan anak-anak suplemen vitamin D, tablet kalsium, biasanya lebih banyak sinar matahari, situasi menggertakkan gigi di malam hari secara bertahap akan berkurang. Keempat, faktor mental. Beberapa anak biasanya tidak menggemeretakkan gigi, tetapi jika mereka mendengarkan cerita yang menggetarkan hati sebelum tidur, atau setelah menonton TV atau kartun yang menakutkan atau membuat stres, mereka juga akan menggemeretakkan gigi di malam hari karena sistem saraf mereka terlalu bersemangat. Penyebab lainnya adalah stres, seperti tidak dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan taman kanak-kanak, takut pada anak tertentu di kelas, bertengkar dengan orang tua atau anggota keluarga, dan lain-lain, yang dapat membuat anak stres dan menyebabkan anak menggemeretakkan gigi di malam hari. Selain itu, beberapa anak yang terlalu aktif juga dapat menggemeretakkan gigi di malam hari. Strategi mengatasi: Jangan biarkan anak Anda menonton televisi yang terlalu merangsang sebelum tidur. Sering-seringlah berkomunikasi dengan guru dan anak, dan jika anak memiliki masalah dalam pikirannya, bantu dia menyelesaikannya tepat waktu untuk meringankan tekanan psikologisnya. V. Ketidaksejajaran gigi. Kekuatan yang berlebihan pada otot mengunyah atau mengunyah dengan satu sisi gigi dalam waktu yang lama, serta hubungan yang buruk antara gigitan gigi dan terjadinya disfungsi sendi temporomandibular, juga dapat menyebabkan gigi bergemeretak di malam hari. Selain itu, anak-anak dengan gigi yang tidak sejajar sering kali memiliki posisi otot-otot mengunyah yang tidak normal, yang sering kali berkontraksi tanpa disadari saat tidur di malam hari, sehingga menyebabkan gigi bergemeretak. Strategi mengatasi: Bawalah anak Anda ke dokter gigi secara teratur untuk mendapatkan perawatan ortodontik dan perawatan sesuai anjuran dokter. Keenam, postur tidur yang buruk. Jika kepala anak Anda sering dimiringkan ke satu sisi saat tidur, hal ini akan menyebabkan otot-otot mengunyah menjadi tidak terkoordinasi, menyebabkan kontraksi yang tidak normal pada otot-otot mengunyah di sisi yang tertekan, sehingga menyebabkan gigi bergemeretak. Anak-anak yang tidur dengan kepala tertutup di malam hari juga dapat menyebabkan gigi bergemeretak karena akumulasi karbon dioksida yang berlebihan dan suplai oksigen yang tidak mencukupi. Strategi: Jika Anda mendapati anak Anda tidur dalam posisi yang tidak baik, bantulah dia untuk menyesuaikannya tepat waktu. Jangan biarkan anak Anda membiasakan diri untuk tidur dengan kepala tertutup di siang hari.