Jika korban tenggelam memiliki detak jantung tetapi bernapas sangat lemah, pertama-tama keluarkan sekresi dari mulut dan hidung korban tenggelam dan pada saat yang sama berikan pernapasan buatan, sekitar sekali setiap 5-6 detik, atau sekitar 10-12 kali per menit. Setelah itu, periksa denyut nadi korban tenggelam kira-kira setiap dua menit dan jika masih ada detak jantung dan denyut nadi, lanjutkan pemberian pernapasan buatan. Ketika pasien kehilangan denyut nadi dan tidak ada detak jantung, segera mulai CPR, yaitu kompresi dada dengan kecepatan 100-120 per menit dan pada kedalaman 4-5 cm, dan rebound sepenuhnya setelah setiap kompresi, dengan rasio pernapasan 2:30 terhadap detak jantung.