Apa yang terjadi pada tangan dan kaki yang bengkak pada pasien serangan otak?

Dalam kasus pembengkakan di tangan dan kaki pasien dengan infark serebral, penting untuk membedakan apakah pembengkakannya bilateral atau unilateral. Jika pembengkakannya bilateral di semua anggota tubuh, penting untuk mencari penyebab sistemik, seperti protein rendah, lesi apa pun di jantung, ginjal, hati, dll. atau kondisi lainnya. Jika pembengkakan bersifat unilateral, yaitu pada sisi yang terkena, dan pasien mengalami oedema pada sisi yang gerakannya kurang baik, pembengkakan sering disebabkan oleh stagnasi darah lokal yang disebabkan oleh kelumpuhan akibat gerakan anggota tubuh yang kurang baik, dan sering kali dapat diredakan dengan meninggikan anggota tubuh yang terkena. Namun, ada beberapa kondisi yang tidak boleh dilewatkan, yaitu trombosis vena dalam dapat terjadi pada tungkai yang terkena, dan USG vena dalam harus dilakukan untuk menyingkirkan trombosis setelah oedema berkembang. Jika pasien mengalami pembengkakan pada tungkai yang terkena dengan nyeri sendi, pikirkan sindrom bahu-tangan. Sindrom bahu-tangan biasanya terjadi 1-3 bulan setelah stroke dan memiliki prevalensi 12,5%-70%. Bagi pasien dengan sindrom bahu-tangan, posisi anggota tubuh yang baik sangat efektif untuk menghindari sindrom bahu-tangan. Selain itu, pasien dapat menjalani rehabilitasi, akupunktur dan pijat untuk meredakan nyeri. Kesimpulannya, untuk pembengkakan anggota badan pada pasien dengan infark serebral, penting untuk mengunjungi rumah sakit lebih lanjut agar dokter dapat menentukan penyebabnya dan kemudian mengobatinya.