TUJUAN: Untuk menyelidiki efikasi dan keamanan nefrolitotomi perkutan invasif minimal untuk pengobatan batu ginjal yang terisolasi. METODE: Tiga puluh lima pasien dengan batu ginjal yang terisolasi menjalani MPCNL. HASIL: Semua 35 kasus dalam kelompok ini berhasil didirikan dengan satu tusukan. 31 kasus memiliki ekstraksi batu saluran tunggal dan 4 kasus memiliki litotripsi multi-saluran untuk batu berbentuk deerstalker. MPCNL dilakukan pada 29 kasus pada tahap pertama dan 6 kasus pada tahap kedua. Pendarahan intraoperatif berkisar antara 40 sampai 90 mL, dengan rata-rata (62,6±14,2) mL. 87,8% batu dikeluarkan (29/35) dan 94,3% batu dikeluarkan pada tahap kedua (33/35). 1 batu tetap berada di kelopak bawah dan 1 batu tetap berada di kelopak atas, dengan diameter sisa kurang dari 7 mm. Tidak ada komplikasi serius seperti pneumotoraks, cedera organ perut dan perdarahan. Lama rawat inap di rumah sakit pasca operasi berkisar antara 5 sampai 9 hari, dengan rata-rata 5,4 hari. Tidak ada kekambuhan batu selama periode tindak lanjut pasca operasi 6 sampai 22 bulan, dengan rata-rata 11 bulan. Kesimpulan: MPCNL untuk batu ginjal terisolasi merupakan pilihan pengobatan yang efektif dan aman dengan keuntungan trauma yang lebih sedikit, pemulihan yang lebih cepat dan perdarahan yang lebih sedikit.