Bagaimana cara mengobati nevus Ota?

  1. Apa yang dimaksud dengan Nevus Ota?  Nevus Ota adalah penyakit yang umum diderita oleh ras Mongolia di Asia Timur, sebagian besar terjadi pada wanita. Penyakit ini dideskripsikan secara sistematis oleh Ota, seorang dokter Jepang, pada tahun 1939, sehingga dinamakan demikian.  Ota nevus terjadi pada satu sisi wajah sebagai bercak atau bercak berwarna cokelat, abu-abu kehijauan hingga biru kehijauan, sebagian besar di area cabang pertama dan kedua saraf trigeminal, atau pada kasus yang parah di kedua sisi wajah dan sklera. Pasien tidak merasa tidak nyaman dan nevus tidak cenderung memudar dengan sendirinya.  Tergantung pada tingkat keparahan gejala dan sejauh mana pigmentasi muncul, maka diklasifikasikan sebagai ringan, sedang, atau berat. Sekitar 50% pigmentasi adalah bawaan lahir dan sisanya muncul setelah usia 10 tahun. Distribusi usia timbulnya menunjukkan dua puncak, satu pada masa bayi dan yang lainnya pada masa remaja. Kadang-kadang, hal ini terjadi kemudian atau selama kehamilan.  2. Apa penyebabnya?  Nevus Ota terjadi ketika ada kelebihan melanosit di dermis kulit, mungkin dari jaringan saraf lokal. Ketika sel-sel didistribusikan di lapisan superfisial dermis, mereka cenderung berwarna cokelat, sedangkan ketika mereka didistribusikan di lapisan dermis yang lebih dalam, mereka tampak berwarna cyan atau abu-abu kehijauan.  3, Apakah ada pengaruhnya pada kesehatan saya?  Selain mempengaruhi penampilan kulit, sebagian besar dari mereka tidak berpengaruh pada kesehatan fisik. Namun, pada beberapa kasus yang parah, area perubahan warna secara bertahap akan meluas dan melibatkan sklera, dan tekanan intraokular akan meningkat serta terjadi glaukoma.  4 . Bagaimana cara pengobatannya?  Tujuan pengobatan untuk penyakit ini adalah untuk mengatasi dampak lesi kulit pada penampilan wajah, untuk memenuhi persyaratan kosmetik dan untuk meredakan kekhawatiran batin pasien. Di masa lalu, penggilingan kulit, krioterapi, dan kompresi es kering lebih jarang digunakan karena berbagai tingkat kehilangan pigmen dan jaringan parut yang dapat terjadi. Ada juga penggunaan obat herbal Cina di Cina, tetapi kemanjurannya belum terbukti dan pasien harus memilih dengan hati-hati. Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan teknologi laser telah membawa pengobatan nevus Ota ke era baru. Dengan menggunakan prinsip aksi fototermal selektif, panjang gelombang laser sangat dipilih untuk bekerja pada puncak penyerapan melanin, menghancurkan melanosit tanpa memengaruhi jaringan normal di sekitarnya, sehingga mencapai pemudaran warna. Laser yang umum digunakan adalah laser zamrud yang diaktifkan Q (panjang gelombang 755nm), laser ruby yang diaktifkan Q (panjang gelombang 694nm), laser Nd: YAG yang diaktifkan Q (panjang gelombang 1064nm), dan laser KTP yang diaktifkan Q (panjang gelombang 532nm). Karena perawatan laser dapat menghilangkan nevus Ota secara total, disarankan untuk melakukan perawatan laser sedini mungkin untuk meringankan stres psikososial pasien dan keluarganya.  Pasien harus memperhatikan hal-hal berikut saat menjalani perawatan laser: 1. Sebelum perawatan, kulit wajah harus dibersihkan dengan hati-hati dan produk perawatan kulit serta kosmetik harus dihilangkan. 2. Jika pasien tidak dapat mentolerir sensasi terbakar selama perawatan laser, krim lidokain topikal dapat dioleskan secara topikal dan disegel selama 1-2 jam sebelum perawatan, yang dapat meringankan rasa sakit dan ketidaknyamanan selama perawatan dan meningkatkan kenyamanan selama perawatan. Perawatan laser dapat dilakukan dengan anestesi intravena. 3. Kompres es dapat digunakan setelah perawatan untuk menghilangkan rasa sakit dan mengurangi edema lokal. 4. Salep antibiotik topikal dapat digunakan selama seminggu setelah perawatan untuk mencegah infeksi dan mencegah masuknya air di area perawatan. 5. Hindari paparan sinar matahari selama 1-2 bulan setelah perawatan laser dan gunakan tabir surya dengan SPF ≥ 30. Jangan mengelupas keropeng terlebih dahulu untuk menghindari jaringan parut yang dangkal.7. Interval antara perawatan umumnya 3-6 bulan, dan interval yang lebih lama bermanfaat bagi fagosit tubuh untuk memproses pigmen sepenuhnya setelah perawatan laser.8. Meskipun warna nevus Ota bervariasi dari satu pasien ke pasien lainnya, 3-6 sesi atau lebih umumnya diperlukan untuk mendapatkan penghilangan warna yang lengkap.9. Jangan minum aspirin selama perawatan laser. 10. Jangan mengonsumsi aspirin untuk jangka waktu tertentu sebelum perawatan karena hal ini dapat meningkatkan kecenderungan perdarahan kulit, dan pasien dengan jaringan parut harus ditangani dengan hati-hati.  Kesimpulannya, perawatan laser yang sesuai dapat digunakan untuk menghilangkan warna kulit pasien dengan nevus Ota secara menyeluruh, mengembalikan kulit bercahaya alami kepada pasien dan mengembalikan kepercayaan diri mereka.