Di rumah sakit spesialis, bahkan ada klinik spesialis untuk sering buang air kecil, yang merupakan bagian dari departemen urologi. Riwayat medis terperinci diambil di departemen urologi dan dokter membuat penilaian lebih lanjut berdasarkan riwayat tersebut, yang harus dilengkapi dengan tes fisika-kimia yang relevan, seperti tes urine rutin, tes sedimentasi urine atau tes kultur urine. Ultrasonografi atau CT scan sistem saluran kemih juga diperlukan untuk menentukan penyebab frekuensi kencing, apakah karena infeksi atau iritasi seperti batu, tumor atau kerusakan mukosa. Studi urodinamik juga diperlukan untuk menentukan apakah ada kontraksi otot kandung kemih yang berlebihan dan sering, yang dapat menyebabkan frekuensi kencing yang signifikan. Ahli urologi juga akan melakukan pemeriksaan spesialis untuk mengetahui adanya nyeri di daerah ginjal dan pengisian daerah kandung kemih suprapubik. Jika perlu, lubang uretra akan diperiksa untuk mengetahui adanya polip atau karunkel, semua dilakukan di klinik urologi.